Beranda Hukum Mustofa Mengaku Jadi Wakil Nabi Muhammad SAW Setelah Dapat Bisikan Gaib

Mustofa Mengaku Jadi Wakil Nabi Muhammad SAW Setelah Dapat Bisikan Gaib

74
BERBAGI
Mustofa saat diperiksa di Polsekta Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu (10/2/2016).
Mustofa saat diperiksa di Polsekta Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu (10/2/2016).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Mustofa (51) mengaku sebagai wakil Nabi Muhammad SAW karena mendapat bisikan gaib sejak tahun 1982 silam. Bisikan gaib itu, didapatkan dirinya saat ia sedang sakit stres di gunung daerah Tenumbang, Krui, Pesisir Barat.

“Pada saat saya sakit itu, bisikan gaib itu selalu datang. Bisikannya, ‘Mus saya Nabi Muhammad, katakan sama orang kalau kamu itu Rasulullah yang kedua’,”ucap Mustofa yang menirukan suara bisikan gaib yang diterimanya.

Mustofa mengatakan, setelah mendapat bisikan gaib itu, lalu ia menceritakannya kepada keluarga dan kerabatnya kalau dirinya adalah sebagai Nabi kedua. Dengan ucapan itu, keluarganya tidak mempercayai ucapan tersebut.

“Keluarga tidak percaya dan bilang, kalau nabi itu tidak ada lagi,”katanya.

Lalu ia menjelaskan, maksud dari Nabi kedua itu adalah, sebagai wakil nabi yang tugasnya mempersatukan manusia yang ada di muka bumi ini.

“Saat itu, pihak keluarga saya memaklumi ucapan saya. Katanya, saya sedang kondisi sakit,”ujarnya.

Kemudian ditahun 1992 lalu, kata Mustofa, ia bermimpi lagi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpi itu, Nabi mengajarkan dirinya mengaji. Selanjutnya pada tahun 2003, bahwa dirinya merasa benar bisa mempersatukan manusia di dunia ini. Sejak itulah, ia meyakini kalau
dirinya benar-benar sebagai wakil nabi.

Lalu ia mencoba menemui para alim ulama setempat, untuk mengkonsultasikan dirinya sebagai wakil nabi. Saat itu, para alim ulama tidak membenarkan dan tidak menyalahkan. Karena rasa penasarannya, ia kembali mencoba untuk menemui pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

“Saat saya temui, MUI itu marah karena saya mengaku sebagai pengganti Nabi Muhammad. Tapi kata tuhan itu, katakan saja walaupun itu pahit. Karena mengingat kata tuhan itu, saya lanjutkan saja tugas saya sebagai wakil nabi,”ungkapnya.

Selanjutnya, pada tahun 2011, ia mendatangi kantor media massa dan mengumumkan bahwa  dirinya sebagai wakil nabi. Sejak berita itu dimuat, pihak kepolisian dari Polsek Kedondong, Pesawaran datang lalu membawa dirinya dan memeriksanya.

Pada tahun 2014, ia juga pernah diperiksa di Polda Lampung. Setelah diperiksa, ia tidak ditahan oleh petugas kepolisian.

“Karena saya tidak ditahan, Itu berarti saya ini benar dan tidak direkayasa atau mengada-ada kalau saya ini benar sebagai wakil nabi,”tuturnya.