Beranda Hukum Kriminal Prarekonstruksi Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Ada 50 Adegan yang Diperagakan

Prarekonstruksi Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Ada 50 Adegan yang Diperagakan

119
BERBAGI
Anggota DPRD Bandarlampung dari PDIP, M. Pansor (Foto: Istimewa)

Teraslampung.com | BANDARLAMPUNG — Polda Lampung telah menggelar pra rekonstruksi ke dua kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor, pada Kamis (5/8/2016) lalu. Dalam gelar prarekonstruksi tersebut, ada sekitar 50 adegan yang diperagakan.

Kuasa hukum Brigadir Medi Andika Sopian Sitepu saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, prarekonstruksi kedua tersebut digelar, setelah sepulangnya Medi Andika dan Tarmizi dari OKU Timur, Sumatera Selatan. Menurutnya, ada a50 adegan yang diperagakan dalam prarekonstruksi kedua.

Pada saat gelar prarekonstruksi pertama, kata Sopian Sitepu, digelar di tiga tempat di Bandarlampung dan dilanjutkan ke lokasi ditemukannya jenazah M Pansor di Ogan Komering Ulu (OKU)Timur, Sumatera Selatan, pada Senin (1/8/2016) lalu.

“Untuk di Bandarlampung, ada sekitar 13 adegan yang diperagakan. Lalu untuk di OKU Timur, dilakukan di 13 titik, yakni di daerah Blambangan Umpu dan di Martapura,”ujarnya kepada teraslampung.com, Jumat (5/8/2016) sore.

BACA: Kronologi Brigadir Medi dan Tarmizi Membuang Mayat Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung

Sopian Sitepu mengutarakan, pada saat dilakukan gelar prarekonstruksi kedua tersebut, diawali dari Polresta Bandarlampung, lalu di RS Advent, cucian mobil Soponyono, jalan di dekat SMAN 5 Bandarlampung, perempatan lampu merah cucian Andre, pinggir Jalan Urip Sumoharjo.

Kemudian berlanjut ke rumah kakak tersangka Tarmizi di Perumahan BTN 3 Way Halim, pinggir jalan dekat Cafe Babe Way Halim, Gerai Handphone Cinta Cell di Jalan Ki Maja dan di tempat pembuatan plat nomor kendaraan palsu di Jalan Teuku Umar depan Kantor PT KAI.

“Usai menjalani prarekonstruksi ke dua, kliennya Medi Andika menjalani pemeriksaan di Mapolda Lampung. Ada sekitar 18 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada Medi, pemeriksaan itu dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung selama satu jam,”terangnya.

Saat disinggung mengenai jeratan Pasal berlapis terhadap kliennya Medi, Sopian Sitepu menuturkan, pihaknya mengahargai apa yang dilakukan oleh penyidik.

“Ya soal mengenai Pasal, itukan kebijakan mereka (penyidik), hal itu dibuktikan di pengadilan. Yang jelas, kita lihat bagaimana di persidangan nantinya,”ungkapnya.

IKUTI PERKEMBANGAN TOPI: Pembunuhan – Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung