Naik 40 Persen, PNPB Unila 2021 Sebesar Rp331,465 Miliar

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM–Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Lampung (Unila) 2021 mengalami kenaikan signifikan sebesar 40 persen yaitu Rp331,465 miliar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp277,838 miliar.

Kenaikan penerimaan dari penyelenggaraan kegiatan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak ini meningakatkan optimisme Unila dalam mengubah status PTN Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

“PNBP Unila naik luarbiasa menjadi Rp331,465 miliar, padahal banyak rektor mengeluh pendapatan turun hingga 40%, tapi Unila justru naik. Ini membuat kaget para petinggi keuangan di Jakarta,” ujar Rektor Unila Prof. Karomani pada acara Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Rektor Unila Prof. Karomani, MSi., dengan tema “Menuju PTNBH Bersinergi dan Berinovasi demi Negeri”, Kamis (25/11/2021).

Menurut Karomani, peningkatan PNBP ini merupakan hasil bersama usaha civitas akademika Unila. Sebab, di masa pandemi Covid-19, justru banyak mahasiswa yang mengundurkan diri, dan lebih dari 2 ribu mahasiswa menunda pembayaran UKT.

“Akhirnya kemarin berdasarkan kesepakatan dengan para dekan, Unila menambah kuota mahasiswa dengan tetap memperhatikan rasio dosen dan mahasiswa, disamping dana kerjasama sekitar Rp30 miliar,” jelas Karomani yang merupakan Rektor Unila periode 2019-2023 .

Selain memperkuat finansial, lanjut Karomani, Unila juga berhasil mempertahankan akreditasi institusi dengan nilai unggul atau A hingga lima tahun ke depan. Selain itu, 13 program studi sedang dalam proses menuju akreditasi internasional.

“Kita terus mengupayakan minimal 60% prodi di Unila harus terakreditasi A,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, di masa kepemimpinannya, melalui terobosan percepatan guru besar sehingga jumlah guru besar Unila meningkat signifikan.

Pada 2018 hanya ada penambahan 1 guru besar, pada 2019 ada penambahan 6 guru besar, pada 2020 bertambah 8 guru besar, dan pada 2021 bertambah 10 guru besar. Bahkan Unila mencetak rekor MURI pengukuhan 15 guru besar dalam satu prosesi. Tempo.co menyebut ini sebagai sejarah baru pengukuhan guru besar terbanyak di Indonesia.

“Saat ini, kita juga sedang memproses 30 calon guru besar, saya bermimpi di tahun 2021 nanti, Unila memiliki 100 guru besar,” ujarnya.

Selama dua tahun kepemimpinannya, Karomani mengklaim juga terjadi peningkatan prestasi mahasiswa. Mulai dari peraihan posisi-9 besar nasional pada Pimnas, serta kontribusi mahasiswa Unila pada PON XX 2021 di Papua.

“Kita juga melakukan upaya penguatan prestasi mahasiswa. Kita memberikan insentif sebanyak Rp764 juta bagi mahasiswa berprestasi, mohon maaf lagi lagi saya katakan, ini sejarah baru selama Unila berdiri.”

Acara konferensi pers ini juga dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Lembaga, Kepala Badan, para dekan, dan civitas akademika lainnya.

Rektor juga memaparkan berbagai prestasi yang diraih Unila mulai dari Peringkat 15 penghargaan capaian indikator kinerja utama liga perguruan tinggi negeri BLU, Peringkat 22 nasional Shinta, peringkat 10 besar 4ICU, 24 besar Webometric, peringkat 10 besar Scimago Institutions Ranking, dan 14 besar The Ranking .

  • Bagikan