Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Nanang Ermanto Optimistis Angka Stunting di Lamsel Turun

Nanang Ermanto Optimistis Angka Stunting di Lamsel Turun

285
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto optimistis angka stunting di Lampung Selatan turun setelah sejumlah program kesehatan dan pemenuhan gizi dijalankan.

“Saya optimistis dengan melakukan program  secara bersama-sama dengan semua pihak yang terintegrasi, angka stunting akan turun,” kata Nanang dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang perencanaan dan penganggaran program swasembada gizi menunju Lampung Selatan bebas stanting, Selasa (22/9/2020).

Acara yang digelar secara daring itu  berlangsung di Aula Rajabasah Pemkab Lampung Selatan.

Menurut Nanang, dalam kondisi dan situasi pandemi ini kita semua masih diberikan kesehatan, untuk itu kita patut bersyukur dan tetap waspada dalam upaya melaksanakan berbagai program kegiatan.

“Meskipun dalam kondisi pandemi saat ini kita tetap berupaya untuk terus dapat mensosialisasikan berbagai program swasembada gizi maupun tentang protocol kesehatan bahaya covid-19 dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke desa”, Ucapnya

“Untuk itu, saya juga mengimbau kepada semua pegawai yang ada di pemerintahan kabupaten lampung selatan agar tetap mengikuti prtokol kesehatan serta mematuhi aturan-aturan kesehatan guna mencegah penyebaran cluster di kantor pemerintahan,” Kata dia.

“Dengan kebersamaan dan gotong royong semua jajaran akan lebih mudah dan bias berjalan dengan baik dalam menjalankan semua kegiatan pemerintahan selama pandemi. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran yang telah membantu menjalankan semua tugas-tugas nya dalam penanganan covid -19 yang ada di lampung selatan,” katanya.

Kepala Bappeda Wahidin Amin mengatakam penurunan angka stunting tingkat kabupaten lampung selatan melibatkan tim gugus penanganan stunting, baik dari personil TNI-POLRI hingga ke tingkat desa.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto yang juga sebagai duta swasembada gizi kabupaten lampung selatan, dalam penyampaian nya mengatakan, bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

“Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berulang, infeksi berulang dan pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1000 HPK. Stunting juga menjadikan lebih rentan terhadap penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penurunan stunting dilakukan melalui 2 intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik, untuk menyasar penyebab langsung dan intervensi sensitive untuk menyasar penyebab tidak langsung.

“Intervensi spesifik umumnya diberikan oleh berbagai program pada sektor kesehatan yang menyasar penyebab langsung, seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, kekurangan nutrisi dan kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Sedangkan intervensi sensitive kata Yarlis, ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan diluar sektor kesehatan, dengan sasaran adalah masyarakat umum,tidak khusus pada ibu hamil dan balita 1000 HPK dan berkontribusi pada 70% intervensi stunting.

Loading...