Beranda Pendidikan Nanang Trenggono Diminta Mundur Sebagai Jubir Rektor Unila

Nanang Trenggono Diminta Mundur Sebagai Jubir Rektor Unila

655
BERBAGI
Koordinator Koalisi Rakyat untuk Pemilu Bersih (KRLuPB), Rakhmat Husein
Koordinator Koalisi Rakyat untuk Pemilu Bersih (KRLuPB), Rakhmat Husein

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) Rakhmat Husein DC menyarankan Juru Bicara (Jubir) Rektor Universitas Lampung (Unila) Nanang Trenggono untuk mundur dari jabatannya. Permintaan itu disampaikan Husein terkait penyataan Nanang yang menurut Husein antidemokrasi lantaran membatasi dosen Unila menyampaikan pendapat ke publik.

“Saran saya, dari kegaduhan di jagad sosial media (sosmed) hari ini harusnya Nanang dengan rasa malu kepada publik, maka pak Nanang mundur saja dari jabatan juru bicara Rektor dan fokus saja mengajar mahasiswa dan belajar kembali soal kebebasan berpendapat dan berdemokrasi,” katanya kepada teraslampung.com melalui pesan WhatsApp, Selasa 10 Maret 2020.

Dia menilai, Nanang Trenggono sebagai sosok yang antidemokrasi yang melarang dosen Unila untuk bicara dan berpendapat kepada publik dan hanya dosen dengan kualifikasi tertentu yang boleh bicara ke publik.

“Ini membuktikan bahwa Nanang Trenggono sebagai mantan ketua KPU Lampung maupun sebagai akademisi merupakan sosok yang antidemokrasi dan mengingkari amanat UUD 1945. Di negara demokrasi,  siapa pun yang menjadi warga negara Indonesia sejatinya bebas berpendapat untuk menyuarakan kebenaran kepada publik,” tegasnya.

Husein juga mempertanyakan pelarangan untuk bicara ke publik bagi dosen itu apakah di bawah tekanan kekuasaan.

“Kini publik balik bertanya apakah Rektor, akademisi, dan kampus saat ini sudah di bawah tekanan kekuasaan sehingga akademisi atau mahasiswa yang hendak berpendapat harus dengan kualifikasi keahlian tertentu?” ujarnya.

Selanjutnya dia mengingatkan, meskipun bulan lalu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pernah mengungkapkan akan melibatkan Unila dalam kepemimpinannya, harusnya hal itu tidak mengurangi rektor atau akademisi Unila untuk tetap keras bersuara dan berpendapat demi mewujudkan Lampung Berjaya.

“Silahkan saja Unila atau kampus lainnya menikmati fasilitas yang di berikan Gubernur Arinal tapi itu tidak lantas serta merta membungkam suara dan pendapat kritis atas kebijakan pemerintah?”

“Justru hikmah dibalik banyaknya akademisi yang kritis tersebut adalah sesungguhnya banyak orang yang sayang kepada gubernur. Maka para akademisi mengingatkan Gubernur Arinal agar tidak tersesat dan masuk dalam jurang,” kata Husein.

Dandy Ibrahim

Loading...