Beranda News Peristiwa Napi Kasus Begal-Pembunuh Ustaz Supian Sauri Tewas Gantung Diri

Napi Kasus Begal-Pembunuh Ustaz Supian Sauri Tewas Gantung Diri

288
BERBAGI

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Seorang narapidana (Napi) penghuni Lapas Rajabasa, Kristian Budiantoro (27), warga Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan yang divonis hukuman 20 tahun penjara ditemukan tewas tergantung menggunakan kain yang diikatkan di pentilasi udara diatas toilet di kamar blok D 1 Lapas Rajabasa, Kamis 3 Mei 2018 sekitar pukul 15,00 WIB.

Kristian menjalani hukuman 20 tahun penjara terkait kasus pembegalan yang mengakibatkan Ustaz Supian Sauri (50) yang meninggal dunia dengan lima luka tusukan ditubuhnya di Jalan Raya Suban, Kelurahan Way Laga, Panjang 2014 silam.

Baca: Pulang Pengajian, Seorang Ustad Ditusuk Begal Hingga Tewas

Kepala Lapas Rajabasa, Sudjonggo membenarkan mengenai adanya salah satu napi penghuni Lapas Rajabasa bernama Kristian Budiantoro yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan, ditemukan sudah tewas gantung diri menggunakan kain yang diikatkan di pentilasi udara diatas toilet di kamar blok D 1 Lapas Rajabasa.

“Ya benar, Napi itu adalah Kristian Budiantoro menghuni sel blok D 1. Kristian ditemukan petugas sudah tewas, dengan cara gantung diri saat akan dilakukan apel sore tadi,”ujarnya, kamis 3 Mei 2018.

Sudjonggo mengungkapkan, saat ditemukan, napi Kristian tersebut sudah tidak mengenakan baju. Pihaknya menduga, Kristian gantung diri menggunakan kain yang sudah disambung-sambung. Untuk mengungkap kematiannya, saat ini Tim Inafis Polresta Bandarlampung masih menyelidikinya. Sebab Kristian berada di sel tersendiri, dan tidak ada napi lainnya bersama Kristian.

BACA: Buron Tersangka Pembunuh Ustad Supian Diringkus Polisi

“Kami masih menunggu Tim Inafis Polresta melakukan olah TKP dan penyelidikan, sampai selepas maghrib tadi jenazah Kristian masih diselidiki,”ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa napi yang tewas dengan cara gantung diri tersebut, menjalani hukuman 20 tahun penjara sejak 2014 silam. Kristian sudah menjalani hukumannya empat tahun, dan baru akan bebas pada tahun 2034 mendatang.

Di lokasi Lapas Rajabasa, tampak terlihat Tim Inafis dan anggota Satreskrim Polresta bandarlampung bersama petugas dari Polsekta Kedaton turun ke lokasi kejadian tewasnya napi penghuni Lapas Rajabasa sekitar pukul 17.30 WIB.

Para petugas kepolisian tersebut, langsung masuk ke dalam Lapas Rajabasa untuk melakukan olah TKP, dengan membawa peralatan untuk olah TKP dan juga police line. Sementara beberapa petugas lainnya, menunggu di depan Lapas Rajabasa.