Napi Kasus Pencabulan Tewas di Lapas Rajabasa

  • Bagikan
Ilustrasi

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Seorang narapidana (napi) kasus pencabulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Agus Cik (30) warga Lampung Utara dilaporkan tewas di dalam kamar sel tahanan, pada Rabu (7/10) pagi. Penyebab kematian Napi tersebut, belum diketahui secara pasti.

Kejadian yang menimpa napi kasus pencabulan itu, diketahui pertama kali oleh teman satu kamar dengan korban. Melihat korban yang tak kunjung bangun dari tidurnya, lantas teman korban melaporkan kepada petugas Lapas Rajabasa.

Ketika petugas Lapas Rajabasa melihat kondisi korban, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Atas peristiwa itu, pihak Lapas Rajabasa kemudian menghubungi aparat Polsekta Kedaton.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Rajabasa, Chandra, saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya sudah menyerahkan perkara tersebut ke Polsekta Kedaton.

“Kami sudah menyerahkannya ke Polsekta Kedaton untuk menangani terkait dengan tewasnya napi Lapas Rajabasa itu,” kata Chandra, Rabu (7/10).

Menurut Chandra, selama berada didalam Lapas, Agus Cik dalam kondisi sehat tanpa ada keluhan apapun dan turut melakukan berbagai aktivitas bersama napi lainnya yang ada di dalam Lapas.

“Saya terima laporan bahwa ada salah satu napi meninggal dunia secara mendadak,”ujarnya.

Tewasnya Agus Cik ini, Chandra mengungkapkan, bukan akibat dari adanya suatu tindakan penganiayaan yang dilakukan sesama napi dalam satu kamarnya.

“Tidak ada penganiayaan didalam kamar sel, dan saya belum tahu secara pasti apa penyebab dari kematian Agus ini,”ungkapnya.

Chandra mengutarakan, Agus Cik merupakan narapidana atas kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur dan dia (Agus Cik)divonis selama 15 tahun penjara.

“Agus baru menjalani masa tahanan selama delapan tahun dalam kasus itu, dan Agus ini merupakan tahanan dari Lampung Utara,”terangnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsekta Kedaton Komisaris Polisi Handak Prakasa Qalbi membenarkan pihaknya telah mendapat laporan dari pihak Lapas Rajabasa terkait  napi penghuni Lapas Rajabasa yang tewas di dalam sel.

“Kami sudah terima laporannya, saat itu juga kami langsung lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),”kata Handak.

Saat ini, kata Handak, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM) guna dilakukan visum untuk mengetahui apa penyebab kematian kematian napi tersebut.

“Kami belum bisa pastikan, apakah korban ini meninggal karena sakit atau dianiaya dengan napi lain.
Tapi, kalau terjadi penganiayaan, kami tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan dikamar sel yang dihuni korban,”jelasnya.

  • Bagikan