Beranda Hukum Kriminal Nasir Membunuh Bambang dengan Batu Cobek Hingga kepala Korban Remuk

Nasir Membunuh Bambang dengan Batu Cobek Hingga kepala Korban Remuk

241
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono dan Kasat Reskrim, Kompol Deden Heksaputra saat menunjukkan barang bukti cobek dan ulekan yang dipakai tersangka Nasir menghabisi nyawa Bambang.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — M Nasir (42) warga Talang Padang, Tanggamus tersangka pembunuhan yang sempat buronan selama tiga tahun, menghabisi nyawa Bambang Irawan (40) menggunakan batu cobek.

Nasir dibekuk Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung di areal persawahan di daerah Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (14/3/2017) lalu.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitonomengatakan, tersangka Nasir merupakan buronan kasus pembunuhan korban Bambang, Kamis (27/11/2014) silam. Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka dibagian kepala di dalam warung miliknya, di depan Chandra Mart di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara.

 

“Nasir menghabisi nyawa Bambang, dengan batu cobek dan ulekan yang dihantamkan dikepala korban sampai berkali-kali hingga kepala korban hancur,”ujarnya, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, tersangka Nasir dan korban Bambang, merupakan teman sekolah saat keduanya sama-sama duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Talang Padang, Tanggamus.

Murbani mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, sebelum membunuh korban tersangka Nasir yang datang dari Bogor, Jawa Barat saat malam hari bermaksud numpang menginap di rumah korban. Karena pada esok paginya, tersangka mau menawarkan sampel buah dagangan miliknya yang dibawa dari Bogor ke pembelinya di bypass Rajabasa.

“Saat tersangka tidur, korban diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap tersangka,”ungkapnya.

Tersangka yang terbangun dari tidurnya, dan melihat hal tersebut secara spontan langsung mengambil batu ulekan yang berada didekatnya dan dihatamkan di wajahnya korban. Kemudian tersangka mengambil batu cobek, dan dihantamkan di kepala korban berkali-kali hingga korban tewas bersimbah darah di dalam warung miliknya.

“Motif pembunuhan yang dilakukan tersangka, bukan lantaran dendam. Karena membela diri, lantaran korban telah melakukan pelecehan oralsex di kemaluan tersangka,”terangnya.

Dikatakannya, selama dalam pelarian, baru sekali tersangka Nasir pulang ke rumahnya di daerah Talang Padang, Tanggamus untuk menemui istri dan anaknya. Sudah sejak lama tersangka Nasir, merantau dan mengontrak rumah di daerah Bogor, Jawa Barat. Keseharian tersangka, dagang buah-buahan. Mengetahui keberadaannya, petugas langsung menangkapnya.