Beranda Teras Berita Nedi Jadi Pengedar Judi Togel untuk Dapatkan Uang Tambahan

Nedi Jadi Pengedar Judi Togel untuk Dapatkan Uang Tambahan

515
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Sahri dan Nedi, tersangka judi togel, ketika diperiksa di di Mapolsekta Telukbetung Barat, Kamis (12/11).

BANDARLAMPUNG – Dua tersangka pengedar judi toto gelap (togel), Sahri (39) dan Nedi (36) yang ditangkap aparat Polsekta Telukbetung Barat, pada Rabu (11/11) lalu. Keduanya mengaku mencari penghasilan tambahan, menjadi pengedar judi togel.

Dari keterangan tersangka Nedi, ia jadi pengedar judi togel baru sekitar tiga bulan dijalaninya. Menurutnya, awalnya ia hanya iseng mengedarkan togel. Karena hasil yang didapat cukup lumayan. Ia meneruskan jadi pengedar judi togel untuk mencari uang tambahan, sebab penghasilannya sebagai buruh di gudang cokelat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Awalnya cuma iseng, karena hasil mengedarkan togel cukup lumayan ya saya teruskan mengedarkan togel,”katanya.

Dikatakannya, uang dari pemasang togel, ia menyetorkannya ke bandar berinisial IN di daerah Kebon Pisang, Telukbetung Selatan. Satu lembar togel dijual sebesar Rp 1.000, lalu ia menyetorkan uang dan rekapan togel tersebut ke bandarnya IN sebesar Rp 800.

“Setiap harinya, saya menyetorkan uang sama IN bervariasi mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu. Keuntungan yang saya dapat dari mengedarkan togel, sebesar Rp 135 ribu dan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya dihadapan polisi dan awak media, Kamis (12/11).

Hal serupa juga diugkapkan tersangka Nedi. Nedi mengaku dirinya  mengedarkan togel baru sekitar tiga bulan. Ia setorkan rekapan togel dan uang dari para pemasang dilingkungannya kepada Nedi.

“Per lembar saya dapat untung Rp 200. Sehari uang yang saya dapatkan dari keuntungan jual togel sebesar Rp 85 ribu, uangnya saya pakai untuk beli rokok sama makan,”ujarnya.

Petugas Polsekta Telukbetung Barat menangkap tersangka, Sahri (39) dan Nedi (36) keduanya merupakan jaringan pengedar judi toto gelap (togel), pada Rabu (11/11) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedua tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda, awalnya petugas
menangkap Sahri di rumahnya di Jalan Laks. RE Martadinata, Gg. Harnas,
Kelurahan Way Tataan, Telukbetung Timur.

Dari penangkapan Sahri, petugas kemudian menangkap tersangka Nedi di
rumahnya di Jalan KH. Hasyim Azhari, Kelurahan Gedung Pakuon,
Telukbetung Selatan.

Dari tangan kedua tersangka, disita barang bukti uang tunai Rp 429
ribu, satu lembar kertas rekapan nomor togel dan tiga unit telephon
genggam.

Loading...