Beranda Hukum Kriminal Nelayan Ini Mengaku Baru Dua Kali Pakai Bom untuk Menangkap Ikan

Nelayan Ini Mengaku Baru Dua Kali Pakai Bom untuk Menangkap Ikan

580
BERBAGI
Sulaeman, tersangka pengeboman ikan, saat diamankan di Mako Ditpolair Polda Lampung bersama barang bukti bahan peledak, Rabu (31/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka Sulaeman (30),  nelayan bagan congkel warga Jalan Teratai, Gang Cempaka 3, Telukbetung Barat, Bandarlampung terpaksa harus berlebaran di dalam sel tahanan Mako Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Lampung. Ia dicokok petygas saat mencari ikan dengan meledakkan bom di perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan, Rabu (31/5/2017).

Meskipun sudah lama kenal dengan bom ikan, Sulaeman berkelit saat ditanya kebiasaannya mengembom ikan. Ia mengaku baru dua kali menggunakan bom ikan tersebut,untuk mencari ikan di perairan Pulau Sebuku, Lampung Selatan. Hal tersebut dilakukannya, karena sulit untuk menangkap ikan dengan cara biasa. Dengan bom ikan, sekali meledakkan bom maka hasilnya akan banyak.

“Saya baru dua kali pakai bom untuk mencari ikan tersebut, pertama saya lolos dari petugas dan yang kedua ini saya ditangkap polisi saat saya lagi nangkap ikan pakai bom,”ungkapnya saat di Mako Ditpolair Polda Lampung, Rabu (31/5/2017).

Menurutnya, hal itu dilakukannya, tanpa sepengetahuan juragan atau pemilik kapal motor. Ia melakukannya, atas keinginannya sendiri.

“Saya menyesal pak, karena saya juga tidak tahu kalau cari ikan pakai bom itu merusak terumbu karang. Saya tahunya kalau ikan yang saya bom itu, semuanya mati didalam waring bagan saja,”ucapnya.

Sulaeman menuturkan, bahwa dirinya mendapatkan bahan peledak seperti bubuk ampo dan sumbu detonator, ia beli dari temannya bernama Baha di Kota Karang dan Aco di daerah Cungkeng, Telukbetung Barat.

“Saya beli bubuk ampo itu sama Baha seberat 200 kilogram sebesar Rp 600 ribu, kalau sumbunya saya dapat dari Aco. Bom itu saya sendiri yang racik, hal itu saya lakukan di kapal dan langsung dipakai untuk ngebom ikan,”terangnya.

Dikatakannya, Jika mencari ikan menggunakan cara biasa atau tidak menggunakan bom, makan ikan hasil tangkapan tidak sesuai. Terkadang ia harus menanggung hutang minyak, atau biaya perbekalan melaut.

Kemudian niatnya melaut, tidak lain karena ingin mendapat tangkapan ikan lebih banyak dari yang biasa. Untuk mendapat keuntungan dari penjualan lebih besar, terpaks ia menggunakan bahan peledak.

“Rencananya uang dari hasil penjualan ikan itu, mau saya pakai untuk beli kebutuhan lebaran keluarganya. Saya benar-benar menyesal, saya tidak bisa berlebaran bareng istri dan anak saya,”ungkap bapak dua anak ini.

Petugas Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Lampung, menangkap Sulaeman (30), nelayan bagan congkel tersangka pengguna bom ikan. Polisi menangkap warga Jalan Teratai, Gang Cempaka 3, Telukbetung Barat, saat melakukan pengeboman ikan di perairan pulau Sebuku, Lampung Selatan, pada Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti 11 botol bahan peledak (handak), 10 keep sumbu detonator, 200 Kg bubuk ampo dan satu unit kapal motor dengan nama lambung KM Setia Budi 2.

Loading...