Beranda Teras Berita ‘Ngecor’ Solar, Sopir dan Kenek Mobil Tangki BBM Ditangkap Polisi

‘Ngecor’ Solar, Sopir dan Kenek Mobil Tangki BBM Ditangkap Polisi

508
BERBAGI

Pelaku akan Menjual BBM Hasil Ngecor kepada Pelanggannya

Zainal Asikin/Teraslampung.com

‘Ngecor’ BBM dari tangki dengan selang (ilkustrasi)
BANDAR LAMPUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, menangkap dua pelaku
pencurian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dari mobil tangki
milik PT Patra Niaga Tulang Bawang. 
Kedua pelaku, Mariman (51), sebagai sopir
mobil tangki warga Jl Imam Bonjol Gang Bukit Tiga Tanjungkarang Barat dan
Suprapto (41), kenek mobil tangki BBM,  warga Desa Bernung, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

“Kedua tersangka ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi tentang
adanya pencurian BBM ilegal dua kali di Jl. Soekarno Hatta di Pos Polisi Jalan Raya
(PJR) Panjang, Bandarlampung, dari mobil tangki pengangkut BBM Sabtu (3/5)
sekira pukul 19.30 WIB. Keduanya sopir dan kenek mobil Pertamina pengangkut
BBM,” tutur Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, Rabu (7/5).

Sulistyaningsih menjelaskan, kedua pelaku melakukan pencurian BBM bersubsidi jenis Solar
milik PT Patra Niaga yang diangkut oleh kedua pelaku menggunakan mobil tangki
plat nomor BE 9121 BN dari Depo Pertamina Panjang. 

“BBM itu rencananya akan dikirim oleh kedua pelaku ke SPBU milik Sueb (PT
Patra Niaga) di wilayah Kabupaten Tulangbawang. Namun, di tengah perjalanan
sopir menghentikan mobilnya untuk mengambil BBM menggunakan alat selang dan
jerigen dari mobil tangki.  BBM hasil ‘ngecor’
itu rencananya akan dijual kepada pengecer atau kepada seseorang yang sudah
memesan sebelumnya,” kata Sulistyaningsih.

Polisi menyita barang bukti BBM subsidi jenis solar sebanyak tiga jerigen  atau sebanyak 105 liter dan sebuah selang. Menurut
Sulistyaningsih polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap para
pelaku yang melakukan pencurian  BBM
lainnya.

“Ya kedua pelaku kini diamankan di Mapolda. Mereka akan dijerat dengan Pasal
374 dan 372KUHP  tentang penggelapan dengan
ancaman hukuman empat tahun penjara,” kata Sulisyaningsih.

Loading...