“Ngoceh” tentang Suara Takbir di Medsos, Tian Dipolisikan

  • Bagikan
 
WH alias Tian didampingi pamannya Nasir dan Kabid Humas Polda Sulten AKBP Oetoro Saputro saat meminta permohonan maaf kepada kaum muslimin akibat tulisannya di media sosial. (Foto:Abdy/kabarSELEBES.com)

PALU,
Teraslampung.com– 
IWH alias
Tian (21), seorang remaja yang duduk di bangku kuliah di salah satu sekolah
tinggi di Palu, sontak menjadi terkenal. Pria asal Desa Tambarana , Poso , Pesisir
Utara, Sulawesi Tengah  ini menjadi
trending topic di media sosial setelah perbuatannya mencaci suara azan dan
takbir yang berkumandang di masjid dekat kosnya diposting dan dikecam banyak
orang.

Tian terpaksa harus berurusan dengan polisi setelah
perbuatannya itu dilaporkan oleh beberapa warga. Remaja ini langsung diamankan
polisi sebelum dirinya dihakimi warga yang tak suka dengan perbuatannya.
Kamis (9/10/2014), Tian didampingi pamannya dan Kabid
Humas Polda Sulteng AKBP Oetoro Saputro, mengaku menyesali perbuatannya dan
memohon maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan.
Nasir, paman
tersangka meminta kepada semua pihak untuk memaafkan perbuatan ponakannya.
Menurut Nasir, perbuatan ponakannya Tian yang mencaci
suara azan dan takbir saat Idul Adha adalah spontanitas dan sangat mengganggu
keberagaman di Indonesia lebih khusus di Kota Palu.
“Saya atas nama keluarga Tian memohon maaf kepada semua
pihak, wabil khusus kepada kaum muslimin di manapun berada atas perbuatan
ponakan saya ini karena telah melakukan kesalahan dan
Insya Allah untuk hari-hari ke depan kami bisa memantau
dan memberikan bimbingan agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan kaum
muslimin pada umumnya dan masyarakt Sulawesi Tengah pada khususnya,” kata Nasir
yang juga adalah PNS di Kementerian Agama Kota Palu di Press Room Polda
Sulteng.
Sementara itu,
IWH alias Tian yang kini sudah menjadi tersangka mengaku sangat menyesal atas
perbuatan telah mencaci suara azan dan takbir idul adha belum lama ini.
“Saya menyesali perbuatan saya dan dengan kerendahan hati
meminta maaf kepada semua yang merasa saya rugikan atas perbuatan saya.
Khususnya kepada kaum muslimin saya meminta maaf atas kesalahan yang saya
lakukan. Saya tahu kesalahan yang saya lakukan sangat besar kepada kaum
muslimin yang ada di Kota Palu melalui tulisan yang saya lakukan di media
sosial,” aku Tian sambil tertunduk dengan tangan diborgol.
Tian juga memohon maaf kepada kawan-kawannya di kampus
yang terkena imbas atas perbuatannya tersebut.
“Saya tahu permohonan maaf saya ini tidak mudah diterima
oleh teman-teman saya di kampus dan warga Kota Palu karena saya tahu kesalahan
yang saya lakukan sangat besar. Sekali lagi saya memohon maaf yang
sebesar-besarnya,” kata Tian.
Meski demikian,
Tian harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Saat ini
Tian sedang ditahan di Mapolda Sulteng untuk menjalani proses hukum.
sumber:  kabarselebes.com

  • Bagikan