Beranda Ekbis Bisnis Nilai Impor Gula Provinsi Lampung Terus Meningkat

Nilai Impor Gula Provinsi Lampung Terus Meningkat

181
BERBAGI
Pelabuhan ekspor-impor Panjang,Bandarlampung

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Impor gula Provinsi Lampung dalam beberapa bulan terakhir cenderung naik. Gula impor tersebut terutama jenis gula rafinasi. Pada Desember 2014 impor gula Lampung naik sebesar 13 juta dolar AS dibanding nilai impor pada November 2014. Kenaikan juga terjadi pada Januari 2015, yakni sebesar 20,8 juta dolar AS atau sebesar 159,73 persen dibanding pada  Desember 2014.

“Impor gula kita kan bukan gula kristal, tapi gula rafinasi. Gula ini kebutuhannya untuk industri makanan dan minuman. Impor gula Rafinasi ini sudah memiliki izin dan ada jatah kuota sendiri. Jadi memang kebutuhannya untuk produksi perusahaan dan minuman,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Ferynia, Jumat (20/2).

Kendati demikian, Dinas Perdagangan terus mengawasi peredaran gula rafinasi ini. Dikhawatirkan diperjualbelikan di pasar di Lampung.

Menurut Ferynia, Pemprov Lampung sudah menerbitkan larangan impor beberapa komoditas dengan sebuah Peraturan Gubernur (Pergu). Dalam Peraturan Gubernur tentang larangan impor, kata Ferynia, hanya ada lima komoditas yang diperketat masuk ke Lampung, yaitu gula, kopi, jagung, beras, dan daging Sapi.

“Pergub ini sudah berjalan per 1 Januari lalu. Tapi belum semua perusahan importir mematuhinya. Kita terus melakukan pengawasan dan sosialisasi agar mereka mngikuti aturan ini,” kata dia.

Dijelaskannya, Pergub tersebut  mengatur mengenai bongkar barang impor. “Jadi, lima  komoditas tersebut jika masuk ke Lampung, maka harus ada izin bongkar dari Gubernur Lampung. Kalau untuk komoditi lain itu hanya izin masuk saja, untuk bongkar muat tidak diatur,” kata Ferynia.

Untuk menyosialisaikan Pergub itu kepada importir yang ada di luar Lampung, kata Ferynia, Dinas Perdagangan Lampung sudah merekomendasikan Pergub Larangan Import lima komoditas ke Pemerintah Pusat.

“Kita sudah rekomendasikan itu ke Kementerian terkait namun belum ada tindak lanjut. Kita harap bisa diterima, agar Lampung benar-benar bisa menerapkan aturan larangan impor,” ujarnya.

Ariftama

Loading...