NNP2TKI Ingatkan Modus Perdagangan Manusia

Bagikan/Suka/Tweet:
TKI di Malaysia

JAKARTA, teraslampung.com—Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengingatkan warga Indonesia mewaspadai praktik perdagangan manusia (human trafficking) dan penyelundupan orang (human smuggling) berkedok penempatan TKI ke luar negeri.

“Tingginya permintaan TKI dari berbagai negara, sementara saat diberlakukan moratorium atau penghentian penempatan TKI untuk kategori pembantu rumah tangga, menyebabkan penyelundupan orang terjadi,” kata Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, dalam rilisnya, Sabtu (23/11).

Teguh mengatakan BNP2TKI bersama petugas kepolisian kerap melakukan penggerebekan terhadap berbagai tempat penampungan yang diduga sedang melakukan praktik perdagangan manusia atau penyelundupan orang dengan berkedok penempatan TKI.

Menurut Teguh, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat pada Rabu malam (20/11) memimpin langsung penggerebekan tempat penampungan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yang diduga melakukan perdagangan manusia.

“Di sana ditemukan sekitar 40 wanita yang akan dipekerjakan ke luar negeri secara ilegal serta menahan seseorang pengelola penampungan tersebut,” kata Teguh.

Teguh menegaskan pemerintah saat ini memberlakukan moratorium  pengiriman TKI kategori pembantu rumah tangga ke Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Yordania, dan Suriah karena negara-negara tersebut tidak mampu menjamin perlindungan yang baik terhadap TKI, padahal negara-negara tersebut membutuhkan jasa TKI.

 “Kasus perdagangan manusia dan penyelundupan orang cukup kompleks dan harus diatasi dengan peran serta seluruh instansi terkait dan masyarakat, jangan sampai terkecoh oleh iming-iming pihak tertentu yang menawarkan gaji besar untuk bekerja di luar negeri, tetapi melalui jalur pintas,” kata dia.

Penulis: B. Satriaji