Beranda News Nasional Normal Baru, Jokowi Minta Uji Spesimen Virus Corona Jadi 20 Ribu per...

Normal Baru, Jokowi Minta Uji Spesimen Virus Corona Jadi 20 Ribu per Hari

155
BERBAGI
Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas, Kamis (4/6). (Foto: Setkab)

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengujian spesimen ditingkatkan targetnya dan pelacakan dilakukan lebih agresif dengan menggunakan teknologi.

Presiden menyampaikan terima kasih karena target pengujian spesimen 10.000 ini sudah terlampaui. Memasuki kenormalan baru, Jokowi minta agar pengujian spesimen Covid-19 menjadi 20 ribu per hari.

“Saya harapkan target berikutnya ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana,” tutur Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Kamis (4/6).

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta untuk pelacakan secara agresif.

“Dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi, bukan dilakukan dengan cara-cara konvensional lagi,” imbuh Presiden.

Seperti yang dilihat di negara-negara lain, Presiden mengambil contoh misalnya di Selandia Baru mereka menggunakan digital diary.

“Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS untuk data-data sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Gugus Tugas, Kementerian, TNI dan Polri konsentrasi pada 3 (tiga) provinsi yang masih tinggi penyebaran Covid-19.

“Gugus Tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, yaitu di Jawa Timur, di Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan,” tutur Presiden

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memeriksa sebanyak 11.970 spesimen terkait Covid-19, Rabu (3/6/2020). Namun sebelumnya, Selasa (2/6/2020) sempat turun di bawah 10.000 spesimen per hari.

Dengan demikian, secara kumulatif spesimen yang diperiksa sejak 1 April 2020 sebanyak 354.434 spesimen. Dia menggarisbawahi, satu kasus dapat diambil lebih dari satu kali pengambilan dan lebih dari satu jenis spesimen seperti naso, oro dan sputum.

Loading...