Nuh

Bagikan/Suka/Tweet:
Rusdi Mathari

Dalam tarikh, nama asli Nabi Nuh a.s. adalah Abdul Gaffar, artinya hamba yang
selalu minta ampun. Dijuluki atau disebut Nuh karena dia selalu menangis
sepanjang waktu [tanpa henti selama lebih dari 200 tahun].

Mengapa
Nuh menangis selama itu?
Semua
berawal pada suatu hari, ketika Nuh hendak menanam sebatang pohon. Sedang sibuk
menggali tanah, Nuh tak menyadari kedatangan seekor kambing. Itulah kambing
istimewa: berkaki lima; tiga di depan dan dua di belakang; bermata tiga, dan miring mulutnya.
Ketika
Nuh menoleh dan melihat kambing itu, dia tertawa.
“Jelek
banget sih kamu kambing. Kakimu ada lima, matamu tiga, mulutmu mencong.”
Begitulah kira-kira yang terucap dari mulut Nuh.
Sewaktu
Nuh terus tertawa, dia mendengar suara, yang ternyata berasal dari kambing yang
ditertawakannya. “Nuh, meskipun jelek seperti ini, aku adalah ciptaan Allah.
Apa kamu lupa?”
Nuh
seketika terdiam. Mulutnya seperti disumpal batu. Mukanya pucat. Dia merasa
bersalah dan hendak meminta maaf kepada kambing yang ditertawakannya, tapi
kambing itu sudah pergi, entah ke mana.
Sejak
itu, pria bernama Abdul Gaffar itu tak berhenti menangis, dan karena itu dia
dijuluki Nuh: laki-laki yang tak berhenti menangis.
[Syeikh
Maulana Hizboel Wathony Ibrahim; pengajian Selasa malam, di Pesantren Akmaliah]