Beranda Hukum Korupsi Nur Mahmudi Ismail Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan

Nur Mahmudi Ismail Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan

442
BERBAGI
Nur Mahmudi Ismail (Foto: merdeka.com)

TERASLAMPUNG.COM — Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pelebaran jalan senilai Rp10 miliar. Selain Nur Mahmudi Ismail, penyidik keposian juga sudah menetapkan mantan Sekretaris Daerah Kota Depok sebagai tersangka.

Tentang penetapan Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka tertanggal 20 Agustus 2018 tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwon, pada Selasa 28 Agustus 2018 menyatakan, “Iya betul.”

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan juga membenarkan penetapan tersangka tersebut.

Dia menyampaikan, penyidikan dugaan korupsi itu ditangani Kepolisian Resor Depok. “Dari hasil paparannya sementara seperti itu,” ujar Adi.

Mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan itu terseret dugaan korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok.

Presiden pertama Partai Keadilan Sejahrera (PKS) yang menjadi Wali Kota Depok dua periode, 2006-2016, itu sudah pernah menjalani pemeriksaan di Polres Depok pada April lalu. .

Pengusutan proyek yang diduga menggasak uang negara Rp 10 miliar tersebut dilakukan sejak pertengahan 2017. Proyek pelebaran jalan itu mestinya dilaksanakan pada 2015. Rencananya jalan akan dilebarkan menjadi 14 meter dari semula kurang lebih 5 meter.

Belanja lahan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Depok masa Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail pada 2013, 2015, dan 2016. Namun, hingga saat ini, kondisi Jalan Nangka tak berubah, sedangkan dana sudah mengucur

Loading...