Beranda News Nusantara “Nyabu” Bersama Dosen dan Mahasiswi, Guru Besar Unhas Ditangkap

“Nyabu” Bersama Dosen dan Mahasiswi, Guru Besar Unhas Ditangkap

310
BERBAGI
Narkoba (ilustrasi)

MAKASSAR–Guru Besar di Universitas Hasanuddin Prof Dr Musakkir S.H., M.H. dan Ismail Alrip S.H., MKN (dosen Unhas) ditangkap Satuan Narkoba Polrestabes Makassar saat mengonsumsi sabu bersama mahasiswinya di Hotel Grand Malibu, Jumat (14/11/2014) dini hari tadi.

Musakkir dan Ismail ditangkap di kamar 312 saat sedang nyabu bersama seorang mahasiswinya bernama Nilam, warga Jalan Mawar, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita dua paket sabu, lengkap dengan alat isapnya.

Selain ketiganya polisi juga menagkap rekan tersangka di kamar lain di hotel tersebut, yakni Andi Syamsuddin, alias Ancu (44), warga BTN Ara Keke, Kabupaten Bantaeng, bersama seorang mahasiswi, Ainum Nakiyah (18), warga Jalan Pelita, Makassar.

Di kamar kedua ini, polisi menyita sabu seberat 1 gram, 2 butir ekstasi, dan alat pengisap sabu (bong). Berdasarkan pengakuan Ancu, barang haram tersebut diperoleh dari teman mereka yang berada di kamar 205.

Tidak menunggu lama, polisi langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap Harianto alias Ito (32), yang merupakan staf Zona Cafe, warga Jalan Kapasa Raya, Daya, Makassar. Di dalam kamar itu, polisi juga menyita satu paket sabu sisa pakai.

Semua tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar

“Jadi, ada tiga kamar yang digerebek di Hotel Grand Malibu. Total enam orang. Kasus ini masih dikembangkan,” kata Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsu Arif.

Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Sementara kuasa hukum keduanya, Achram Mappaona Azis, menegaskan, kedua kliennya yang berasal dari Fakultas Hukum itu sedang berada di hotel untuk keperluan akademik.

“Klien saya itu berada di hotel karena ada karya ilmiah yang mau dikerjakannya. Awalnya Pak Prof itu sendirian di dalam kamar. Kita tunggu hasil penyelidikan polisi karena urinenya masih diperiksa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Senat Unhas Ambo Ala mengaku sudah mendapat informasi terkait tertangkapnya Pembantu Rektor 3 dan seorang dosen terkait penangkapan kasus narkoba oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar itu.

“Senat sudah mendapat infonya. Sementara dibahas oleh Majelis Etik Unhas. Terkait sanksinya, nanti diputuskan oleh Komisi,” tuturnya.

Mahasiswa Minta Dosen Tes Urine

Terkait penangkapan tersebut puluhan mahasiswa Unhas dari Fakultas Hukum menggelar aksi unjukrasa di depan gedung rektorat Unhas. Aksi unjukrasa ini sebagai bentuk protes mereka dengan tertangkapnya wakil direktur III Unhas Prof Muzakir sedang berpesta shabu bersama seorang dosen dan mahasiswi di hotel grand Malibu.

Usman Jaffar salah seorang mahasiswa dalam orasinya mendesak pihak rektorat agar segera memecat WR -III tersebut karena sudah mencoreng nama baik kampus unhas, selain itu juga telah mencederai dunia pendidikan.

Para demonstran ini juga meminta pihak rektorat untuk melakukan test urine terhadap para dosesn unhas, untuk mengetahui siapa saja dosen yang terbukti bebas dari narkoba.

Mereka juga menuntut pihak rektroat segera melakukan klarifikasi dan pernyataan terhadap kasus penangkapan dari prof muzakir tersebut. Karena hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak unhas atas kasus yang menimpa guru besar tersebut.

sumber: kabarmakassar.com




Baca Juga: Guru Besar “Nyabu” Dinon-aktifkan