Beranda News Obituari Obituari Prof. Dr. Abdul Kadir Muhammad, Perginya Guru Pejuang

Obituari Prof. Dr. Abdul Kadir Muhammad, Perginya Guru Pejuang

183
BERBAGI
Prof. Dr. Abdul Kadir

TERASLAMPUNG.COM Guru besar Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr.Abdul Kadir Muhamad, wafat di RSU Abdoel Moeloek, Rabu (14/2/2018). Prof.Abdul Kadir meninggal dunia hanya tiga hari setelah meninggalnya salah satu cucunya, Muhammad Amirudin, akibat kecelakaaan lalu lintas di Semarang.

Kepergian salah satu pendiri Unila ini menyisakan kesedihan tidak hanya bagi keluarganya, tetapi bagi seluruh keluarga besar Unila dan kalangan akademis di Indonesia yang menekuni pendidikan hukum.

Jenazah almarhum profesor yang banyak melahirkan dosen-dosen berintegritas itu dimakamkan di TPU di dekat rumahnya,Jl. Cengkeh, Kelurahan Gedongmeneng, Bandarlampung, Rabu siang.

Bagi para dosen yang pernah dibimbingnya, Prof. Abdul Kadir merupakan sosok teladan yang sangat dihormati. Selain pintar dan tidak pelit ilmu, para mantan muridnya mencatatat Prof. Abdul Kadir sebagai dosen ideal.

“Beliau  sangat produktif. Banyak karya akademiknya berupa buku yang menjadi best seller dan buku wajib bidang hukum di hampir semua perguruan tinggi di Indonesia. Antara lain adalah buku tentang hukum acara perdata dan buku tentang hukum perjanjian,” kata Dr. Tisnanta, dosen Fakultas Hukum Unila yang dikenal dekat dengan Prof. Abdul Kadir, Rabu (14/2/2018).

Menurut Tisnanta,Prof. Abdul Kadir merupakan ‘aset’ sangat berharga bagi Unila. Ia menjadi sosok dosen ideal yang layak menjadi teladan.

“Prof.Abdul Kadir tidak penah berambisi jabatan. Beliau hanya pernah menjadi dekan di Fakultas Hukum. Itu pun statusnya hanya melanjutkan jabatan dekan yang sebelumya. Belian hanya ingin konsentrasi mengajar,membimbing, dan meneliti. Buku-bukunya dibiayainya sendiri, bukan diterbitkan karena dukungan dana pemerintah atau kampus. Ini yang membedakan Prof. Abdul Kadir dengan dosen-dosen era sekarang,”kata Tisnanta.

Hal senada diungpkan Ari Darmastuti, M.A., dosen FISIP Unila. Menurut Ari, Prof. Abdul Kadir Muhammad adalah teladan dalam kedisiplinan, kerja keras, kesederhanaan, dan kejujuran.

“Seluruh studi dan perjalanan internasional saya dapat dikatakan merupakan salah satu hasil didikan beliau. Tahun 1985, pertama kali menjadi dosen Universitas Lampung saya dititpkan di Fakultas Hukum Unila karena FISIP saat itu sedang dalam proses pembukaan. Saya mengikuti latihan bahasa Inggris akademik secara intensif di bawah bimbingan beliau yang saat itu adalah Dekan FH,” kata Ari,seperti dituliskannya di beranda Facebook.

Bagi banyak dosen dan alumni Unila, Prof.Abdul Kadir adalah seorang guru pejuang yang namanya akan selalu dikenang baik.