Beranda Ekbis Keuangan OJK Lampung Dorong Masyarakat Tingkatkan Inklusi Keuangan

OJK Lampung Dorong Masyarakat Tingkatkan Inklusi Keuangan

147
BERBAGI
Webinar OJK Lampung soal inklusi keuangan.

TERASLAMPUNG.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong dan terus mengupayakan program bagi masyarakat untuk meningkatkan inklusi keuangan khususnya di Provinsi Lampung.

BACA: Titiwangi Resmi Jadi Desa Inklusi Keuangan Pertama di Luar Pulau Jawa dan Lampung

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto menagatakan tangkaian kegiatan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan sepanjang bulan Oktober 2020 yang dilakukan oleh OJK Provinsi Lampung dan Industri Jasa Keuangan, diawali dengan Bulan Inklusi Keuangan, yang dilaksanakan serentak pada tanggal 8 Oktober 2020 di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

“Kegiatan dimulainya Bulan Inklusi Keuangan ini dilakukan secara serentak pada tanggal 8 oktober 2020 baik melalui metode online (webinar) ataupun pertemuan langsung dengan tetap memperhatikan protokol dan prosedur kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini,” kata Bambang, melalui keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).

Menurut Bambang, edukasi terkait produk industri jasa keuangan disampaikan oleh Pimpinan masing-masing industri kepada masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat dapat teredukasi dan lebih memahami produk dan layanan jasa keuangan khususnya di wilayah Provinsi Lampung.

BACA: Warganya Kapok dengan Investasi Bodong, Titiwangi Kini Siap Jadi Desa Inklusi Keuangan Pertama di Lampung

Otoritas Jasa Keuangan menyemarakkan dimulainya Bulan Inklusi Keuangan Provinsi Lampung 2020 dengan melaksanakan kegiatan webinar yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa/i Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Intan Lampung dan peserta lain yang berasal dari masyarakat umum.

Pada webinar tersebut, Kepala OJK Provinsi Lampung –Bambang Hermanto menyampaikan informasi mengenai Program Bulan Inklusi Keuangan yang pada tahun 2020 ini bertema AKSESSKU (Satukan Aksi Keuangan Inklusif Untuk Indonesia Maju).

Selanjutnya, Bambang memberikan pemaparan terkait “Peran OJK Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional Pada Masa Pandemi COVID-19”.

Selain OJK, sejumlah lembaga jasa keuangan di Provinsi Lampung pada tanggal tersebut juga turut serta melaksanakan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat di wilayah Lampung.

Berdasarkan data yang dihimpun OJK, tercatat sebanyak 41 kegiatan siap dilaksanakan dari 32 lembaga jasa keuangan. Beberapa diantaranya adalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero), , PT Bank China Construction Bank Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk, PT Bank Danamon Indonesia, PT Jamkrindo, LKMS Attaya Mandiri Berkah, LKM UPK DAPM Mandiri Sejahtera, J Trust Bank, PT Bank Mayapada, PT Bank Negara Indonesia (persero), Tbk.

Kemudian Bank BJB, Bank BCA Syariah, Bursa Efek Indonesia, PT Pegadaian, PT BPR Eka Bumi Artha, Bank BNI Syariah, Bursa Efek Indonesia (BEI) KP Lampung, Bank Sinar Mas UUS KC Bandar Lampung, PT Bank IBK Indonesia, Bank Mega Syariah KC Lampung, Bank BRI Cabang Metro, Bank HSBC Bandar Lampung, Bank BRI KC Teluk Betung, Bank National Nobu, PT Bank Mandiri Taspen, Bank Mandiri Area Lampung, BPRS Mitra Agro Usaha, dan Bank BCA Bandar Lampung.

Selama Bulan Inklusi Keuangan berlangsung di bulan Oktober ini, seluruh Lembaga Jasa Keuangan telah mempersiapkan berbagai kegiatan/program/promo yang ditujukan kepada masyarakat.

Sebanyak lebih dari 200 kegiatan/program/promo yang siap dilaksanakan selama bulan Oktober 2020 yang akan mentarget 10.000 orang peserta kegiatan, dimana masyarakat Lampung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi serta penawaran – penawaran menarik lembaga jasa keuangan tersebut.

“Saya mengharapkan program ini dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi serta akses keuangan sehingga dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan produk/layanan keuangan, baik melalui jaringan kantor, layanan elektronik maupun layanan digital, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam beraktifitas ekonomi,” kata Bambang.

Selain itu, menurut Bambang, dengan tersedianya dan dimanfaatkannya produk/layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, akan dapat menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat untuk dapat bangkit dari kondisi ekonomi saat ini.

Loading...