Oknum Anggota DPRD Tebangi Pohon Mangrove Pulau Pahawang, Mitra Bentala Surati Gubernur

  • Bagikan
Penebangan pohon mangrove di Desa Pulau Pahawang (Foto: dok Mitra Bentala)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Mitra Bentala, NGO Lampung yang selama aktif melakukan konservasi hutan mangrove dan mendampingi masyarakat pesisir, memprotes keras penebangan pohon mangrove di kawasan Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran.

BACA: Hutan Mangrove Pulau Pahawang Terancam Jadi Tinggal Cerita

“Berdasarkan investigasi kami dan pantauan langsung Badan Pengelola Daerah Perlindungan Mangrove ( BPDPM ) di Desa Pulau Pahawang, telah terjadi  penebangan pohon bakau / hutan mangrove di Desa Pulau Pahawang. Luasnya kira-kira 100 meter persegi. Itu adalah kawasan yang sudah dikonversi oleh BPDPM,” kata Manajer Advokasi Mitra Bentala, Supri Yanto, Selasa (15/3).

Supri mengatakan, berdasarkan investigasi pihaknya, aksi penebangan pohon bakau/mangrove tersebut dilakukan atas peritah Supriyadi, oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran.

Supri mengingatkan, ketentuan hak kepemilikan lahan yang di miliki oleh perorangan di wilayah yang berbatasan dengan laut bukanlah pada wilayah pantainya.

“Wilayah pantai menurut UU No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, merupakan area public space  yang dimiliki oleh negara. Artinya, tidak diperbolehkan siapa pun untuk dapat memiliki atau  mengubah fungsi serta melakukan perusakan terhadap lingkungan disekitarnya. Penebangan pohon mangrove juga melanggar ketentuan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan,” katanya.

Karena tanggung jawab kawasan pesisir kini ada di tangan Gubernur, kata Supri, Mitra Bentala pun meminta Gubernur Lampung segera turun tangan menangangi masalah tersebut.

“Surat Direktur Eksektif Mitra Bentala untuk Gubernur sudah kami sampaikan, Kami menunggu respons Pak Gubernur,” katanya.

  • Bagikan