Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Oknum DPRD Lampura Diduga Terlibat Proyek “Halte Siluman”

Oknum DPRD Lampura Diduga Terlibat Proyek “Halte Siluman”

307
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Ihwal “halte siluman” di Jalan Kapten Dulhak Kotabumi, Lampung Utara, kini perlahan mulai terkuat. Halte yang proses pembangunannya tanpa memasang papan infomasi proyek itu diduga melibatkkan oknum anggota DPRD Lampung Utara berinisial N.

BACA: Ada Halte ‘Siluman’ di Jalan Kapten Dulhak Kotabumi

N dikabarkan terlibat dalam sejumlah proyek pembangunan halte ‎di Dinas Perhubungan Lampung Utara tahun 2020. Total halte yang dibangun pada tahun ini berjumlah 5 unit.

“Informasinya seperti itu. Ada dua proyek halte yang ‎dikerjakan oleh beliau (oknum anggota legislatif)” terang sumber tepercaya Ter‎aslampung.com, belum lama ini.

Menurut sumber Teraslampung.com, supaya tidak terendus bahwa proyek – proyek itu miliknya maka oknum anggota legislatif tersebut meminjam atau menyewa perusahaan orang lain. ‎Pinjam – meminjam atau sewa – menyewa perusahaan kerap terdengar seperti yang terungkap dalam sidang dugaan korupsi yang menyeret Bupati Lampura non aktif.

“(Dia pakai) perusahaan orang lain,” jelasnya.

Di sisi lain, N, oknum anggota DPRD ‎Lampung Utara membantah kabar tentang keterlibatannya dalam sejumlah proyek di Dinas Perhubungan Lampung Utara. Harus ada bukti konkret yang dapat membenarkan keterlibatannya dalam proyek – proyek itu.

“Enggak benar dan bisa dibuktikan (jika memang saya tidak terlibat)” tegas dia.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Basirun Ali juga membantah kabar seputar adanya anggota legislatif yang bermain proyek di instansinya.

“Enggak benarlah. Siapa yang bisa menunjukan, siapa. Enggak boleh kayak gitu. Jangan percaya. Masa anggota dewan minta proyek Rp69 juta,” tegasnya.

‎Menurut Basirun, proyek – proyek yang ada di instansinya dikerjakan oleh pihak ketiga yang sebelumnya telah memasukkan berkas kepada instansinya.‎ Perusahaan – perusahaan yang terlebih dulu menyampaikan penawaranlah yang ditunjuk oleh pihaknya untuk mengerjakan proyek – proyek tersebut.

Saat ditanya dari manakah perusahaan – perusahaan itu mengetahui bahwa di instansinya terdapat sejumlah proyek ‎di tahun ini, Basirun memperkirakan pihak rekanan mengetahui informasi seputar proyek ini melalui internet seperti Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).

“Tak usah dikasih tahu, mereka itu tahu sendiri. ‎Di mana ada gula, semut dateng,” kata dia.

Loading...