Beranda News Nusantara Omed-omedan, Tradisi Unik Anak Muda di Bali Usai Nyepi

Omed-omedan, Tradisi Unik Anak Muda di Bali Usai Nyepi

323
BERBAGI
Tradisi Omed-omedan di Denpasar. Bali. Kamis (10/3).

DENPASAR,Teraslampung.com — Kaum muda mudi atau Sekaa Taruna Satya Dharma Kerti Banjar Kaja Kelurahan Sesetan Denpasar Bali menggelar tradisi unik Omed-omedan sehari setelah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1938, Kamis (10/3/2016).

Bertempat di depan Banjar Kaja Sesetan, tradisi ini dilaksanakan setiap tahun yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru caka.

Sekira 100 orang terbagi dalam dua kelompok terdiri dari 40 pria dan 60 wanita. Tradisi dipimpin seorang sesepuh yang memberikan aba-aba di mana kedua kelompok saling berhadapan.

Ribuan pasang mata menyaksikan kegiatan langka itu termasuk Wakil Wali Kkota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Camat Denpasar Selatan AA Gde Risnawan dan tokoh penglingsir Puri Agung Penatih.

Tradisi unik hanya dapat ditemui di Banjar Kaja Sesetan, Kelurahan Sesetan. Konon, telah ada sejak abad ke-17 hingga kini, terus berlangsung.

Menurut cerita, sekali waktu tradisi ini ditiadakan. Tiba-tiba, di tengah desa muncul dua ekor babi hutan yang saling bertarung.

Masyarakat setempat menganggap sebagai pertanda buruk. Sesepuh desa memanggil muda-mudi untuk berkumpul dan menyelenggarakan omed-omedan seperti biasa.

Setelah kejadian itu, tradisi ini terus diadakan secara rutin agar desa terhindar malapetaka.

Ketua Sekaa Taruna Satya Dharma Kerthi Komang Arya mengatakan

“Omed-omedan melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30 tahun dan belum menikah,” tutur Ketua Sekaa Taruna Satya Dharma Kerthi Komang Arya.

Posesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan dan kelancaran pelaksanaannya.

Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok, laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa.

Sorak sorai dan tepuk tangan tak henti-hentinya, menambah semangat peserta.

Mereka terlibat, tarik-menarik menggunakan tangan kosong antara pria dan wanita lalu disirami dengan air memberi nuansa  kemeriahan bagi penonton .

“Ia mengharapkan tradisi Omed-omedan bisa dilestarikan dan generasi muda semakin berkreasi lagi,” harap Komang Arya,

Dikatakan, untuk  lebih memeriahkan acara yang berbau tradisi dan sakral ini dengan mengadakan Sesetan Heritage Festival yang diadakan dengan tujuan menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan menuju ekonomi kreatif.

Loading...