Beranda Hukum Operasi Cempaka 2020 Polda Lampung: 966 Bandit Ditahan, 8 Senjata Api Disita

Operasi Cempaka 2020 Polda Lampung: 966 Bandit Ditahan, 8 Senjata Api Disita

390
BERBAGI
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol M Barly Ramadhany (kacamata tengah), Wadir Krimum, Kasubdit Jatanras, Kasat Reskrim Polres Bandarlampung saat pres rilis ungkap kasus Operasi Cempaka Krakatau 2020 di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2020).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol M Barly Ramadhany (kacamata tengah), Wadir Krimum, Kasubdit Jatanras, Kasat Reskrim Polres Bandarlampung saat pres rilis ungkap kasus Operasi Cempaka Krakatau 2020 di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Selama digelarnya Operasi Cempaka Krakatau 2020 yang berlangsung selama 12 hari (13-24 Februari), Polda Lampung dan Polres jajaran meringkus 966 pelaku kejahatan nontarget operasi (TO) serta menyita 8 pucuk senjata api, ribuan botol miras dan beberapa barang bukti lainnya.

BACA: Polda Lampung akan Buru Debt Collector yang Gunakan Jasa Preman

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, ungkap kasus Operasi Cempaka Krakatau 2020 yang digelar Polda Lampung dan Polres Jajaran selama 12 hari, telah berhasil mengamankan 966 pelaku kejahatan. Pengungkapan kasus tersebut, mencapai target operasi.

“Dari target operasi (TO) orang, ada 41 TO yang berhasil diungkap dengan capaian 100 persen. Untuk non TO, sebanyak 966 orang pelaku kejahatan yang diamankan,”ujarnya saat press rilis di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2020).

Dari 966 pelaku kejahatan yang diamankan, kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, turut diamankan barang bukti uang senilai Rp 9.421.000 dan beberapa barang bukti lainnya yang disita dari para pelaku kejahatan tersebut.

“Barang bukti yang disita itu diantaranya adalah 8 pucuk senjata api, 7 butir peluru, 19 bilah senjata tajam, 41 unit sepeda motor, 3 unit mobil, 53 unit ponsel, 3.621 botol miras, 4.014 liter tuak dan 98 barang bukti lainnya,”ungkapnya.

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menguatarakan, pada gelar Operasi Cempaka Krakatau, menyasar pelaku kejahatan jalanan seperti, pelaku C3, jambret, premanisme, debt collector dan pelaku kejahatan lainnya.

“Operasi yang dilaksanakan ini, yakni dengan mengedepankan kegiatan represif dan didukung kegiatan preventif,”bebernya.

Selain target operasi (TO) orang, lanjut mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini, pihaknya juga mengungkap TO tempat sebanyak 56 tempat dengan capaian 87,5 persen dari 64 tempat ditargetkan dalam pengungkapan.

“Untuk TO barang ada 6, yang berhasil diungkap 5 barang dengan capaian 83,3 persen dan untuk TO perkara sebanyak 18 perkara, berhasil diungkap 16 perkara dengan capaian 88,8 persen,”terangnya.

Mantan Kasubbagopinev Bagpenum Ropenmas Divhumas Mabes Polri ini berharap, pihaknya bisa menekan segala bentuk pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Terutama pemberantasan premanisme, kejahatan jalanan, debt collector yang menggunakan jasa premanisme, prostitusi online dan perjudian.

“Tujuan digelarnya Operasi Cempaka ini adalah  untuk memberikan rasa aman serta memelihara situasi kamtibmas agar tetap kondusif,”tuturnya.

 

Loading...