Beranda Hukum Operasi Patuh Krakatau 2018, Polresta Bandarlampung Tilang 2.999 Pengendara

Operasi Patuh Krakatau 2018, Polresta Bandarlampung Tilang 2.999 Pengendara

324
BERBAGI
Polisi memeriksa surat-surat kendaraan pada Operasi Patuh Krakatau, Kamis (26/4/2018).
Polisi memeriksa surat-surat kendaraan pada Operasi Patuh Krakatau, Kamis (26/4/2018).

Zainal Asikin I teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Selama dua pekan digelarnya Operasi Patuh Krakatau 2018, jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah Kota Bandarlampung masih tinggi. Kasus pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Patuh Krakatau yang berakhir pada 9 Mei 2018 lalu, Satuan Lalu Lintas Polresta Bandarlampung merilis ada 3.289 kasus pelanggaran dan memberikan surat bukti pelanggaran tilang sebanyak 2.999 lembar.

“Untuk jumlah keseluruhan kasus pelanggaran lalu lintas selama digelarnya Operasi Patuh Krakatau 2018 kemarin, sebanyak 3.289 pelanggaran dan kami memberikan surat bukti pelanggaran (tilang) sebanyak 2.999 lembar,”kata Kasat Lantas Polresta Bandarlampung, Kompol M Syourzananda Mega, Rabu 16 Mei 2018.

Dikatakannya, selain tilang, pihaknya juga memberikan teguran sebanyak 290 pengendara yang melanggar aturan saat berlalu lintas. Kemudian untuk pelanggaran yang paling mendominasi dilakukan pengendara, terutama kendaraan sepeda motor sebanyak 916 pelanggaran karena tidak mengenakan helm saat berkendara.

Sedangkan untuk pengendara yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan, kata Kompol M Syourzananda Mega, ada sekitar 644 pelanggaran. Lalu yang melangar rambu berhenti dan parkir, ada 308 dan yang melanggar lampu lalu lintas ada 264 pelanggaran.

“Untuk tindakan pelanggaran lalu lintas lainnya adalah, seperti tidak menyalakan lampu utama pada siang hari, berboncengan lebih dari satu orang, safety belt (mobil) dan melawan arus,”ungkapnya.

Selanjutnya untuk jenis kendaraan yang terlibat dalam pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Patuh Krakatau 2018 tersebut, meliputi beberapa jenis kendaraan yakni sepeda motor, mobil penumpang, bus dan mobil angkutan barang.

“Dari beberapa jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran lalu lintas itu, paling mendominasi adalah sepeda motor hingga mencapai 2.367 pelanggaran. Sedangkan untuk pelanggaran mobil bus, hanya ada satu kendaraan saja,”terangnya.

Loading...