Beranda Hukum Kriminal Operasi Sikat Krakatau 2017, Polresta Bandarlampung Ungkap 81 Kasus Kejahatan

Operasi Sikat Krakatau 2017, Polresta Bandarlampung Ungkap 81 Kasus Kejahatan

364
BERBAGI

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Operasi Sikat Krakatau 2017 yang digelar selama kurun waktu 14 hari (23 Januari hingga 5 Februari 3017). Polresta Bandarlampung dan Jajarannya mengungkap 81 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau C3. Dari jumlah kasus tersebut, paling banyak diungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, selama 14 hari digelarnya Operasi Sikat Krakatau 2017, melampaui target yang telah ditetapkan. Dari 10 kasus yang ditetapkan, berhasil diungkap 81 kasus. Diantaranya adalah, 44 kasus curat, 28 curas, 8 curanmor dan satu kasus kepemilikan senjata api.

“Kasus yang paling banyak diungkap, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 44 kasus dengan 27 orang tersangka,”kata Murbani saat menggelar eskpos kasus tersebut, Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, salah satu kasus curat yang diungkap, pencurian aki/baterry tower milik PT Telkom, karena hampir semua gardu induk PT Telkom di Bandarlampung telah dicuri. Pihaknya sudah mengembangkan kasusnya hingga ke daerah Palembang, Sumatera Selatan.

“Hasilnya, petugas menangkap penadahnya barang hasil curian tersebut. Tersangka merupakan pengepul barang bekas,”ujarnya.

Untuk kasus lainnya yang diungkap, kata Murbani, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 28 kasus dengan 11 orang tersangka, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak delapan kasus dengan enam orang tersangka.

“Selain kasus curat, curas dan curanmor, kami juga mengungkap kasus kepemilikan senjata api ilegal beserta amunisinya dengan satu tersangka,”ungkapnya.

Dari pengungkapan 81 kasus dengan 45 tersangka tersebut, kata Murbani, barang bukti yang disita, satu unit mobil, 10 unit sepeda motor, empat pucuk senjata api rakitan, empat bilah senjata tajam, empat set kunci letter T, empat butir peluru aktif, satu unit laptop, 52 unit aki tower Telkom, satu buah linggis, satu set perhiasan dan uang tunai Rp 7,5 juta.

Dikatakannya, dari beberapa kasus yang diungkap selama digelarnya Operasi Sikat Krakatau 2017, para tersangka yang ditangkap memang sudah menjadi target operasi (TO) dan ada juga non TO serta kasus yang jadi sorotan publik. Beberapa tersangka diantaranya, dilakukan tindakan tegas dengan timah panas di kaki karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Tujuan dengan digelarnya Operasi Sikat ini, tidak hanya mengungkap para pelakunya saja. Melainkan untuk memberikan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polresta Bandarlampung. Sehingga tercipta rasa aman, yang dapat dirasakan oleh masyarakat,”terangnya.

Murbani menegaskan, pihaknya menyatakan perang dan memberikan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan, langkah nyata ini dapat meminimalisir terjadinya kejahatan di di Kota Tapis berseri.

“Para tersangka yang ditangkap, diproses berdasarkan hukum sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,”pungkasnya.

Menurutnya, akhir-akhir ini kasus yang paling banyak terjadi dan menjadi perhatian khusus adalah kasus pencurian kedaraan bermotor.