Beranda Teras Berita Operator Bandara Soetta Minta Maaf atas Kasus Perkosaan terhadap Turis Tiongkok

Operator Bandara Soetta Minta Maaf atas Kasus Perkosaan terhadap Turis Tiongkok

227
BERBAGI
ilustrasi

TANGERANG, Teraslampung.com — Meski belum secara resmi mendapat pemberitahuan dari pihak kepolisian atas penetapan tersangka dua petugas securty bandara yang diduga telah memperkosa seorang turis wanita Tiongkok, operator Bandara Internasional Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Yudis Tiawan, manager humas dan protokoler Bandara Soetta mengatakan dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian diketahui bahwa dua petugas Aviation Security Angkasa Pura II berinisial R dan B telah memperkosa turis asal Tiongkok bernama SY alias ZZ (26) di sebuah hotel di Bandara Soetta.

“Kami sangat prihatin dan berempati sekali. Dan pada prinsipnya kami akan patuh pada hukum serta peraturan yang berlaku. kami pun siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu hal-hal yang diperlukan dalam penyelesaian kasus ini,” kata Yudis.

Menurut Yudis, Angkasa Pura II juga akan menindaklajuti insiden ini sesuai dengan peraturan internal perusahaan untuk selanjutnya ditetapkan hukuman yang sesuai, dengan tetap mengedepankan rasa keadilan dan asas praduga tak bersalah.

“Sanksi terberat yang diberikan kepada kedua petugas tersebut adalah pemberhentian dengan tidak hormat,” kata Yudis.

Yudis juga menyebutkan bahwa kedua oknum yang diduga telah melakukan perbuatan asusila ini merupakan seorang Plt Pelaksana dan Supervisor pada departement Aviation Security tersebut.
Yudis pun berjanji bahwa pihak Angkasa Pura II akan melakukan pembinaan lebih intens kepada seluruh karyawan, guna mencegah hal serupa tidak terjadi dikemudian hari.

Seperti diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta AKP Azhari Kurniawan, R dan B yang diperiksa petguas mengakui telah memperkosa turis Cina itu sehingga ditetapkan menjadi tersangka. Meski demikian, keduanya belum ditahan karena polisi belum memeriksa korban.

Azhari mengaku kesulitan untuk memeriksa korban karena berdasarkan informasi dari Kedutaan Tiongkok, yang bersangkutan sudah pulang ke negara asalnya. Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok agar bisa memeriksa korban.

Kedua tersangka yang diamankan petugas kepolisian Rabu dapat dikenakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 12 tahun penjara.

ZZ i terlihat menangis tersedu-sedu di terminal  1 Bandara Soetta Selasa siang. Ketika ditanya petugas kepolisian setempat, dengan bahasa Mandarin perempuan itu menjawab bahwa dirinya menjadi korban pemerkosaan.

Dengan bahasa tubuh, dia mengungkapkan seusai diberikan minum dia lalu tertidur. Kemudian dia disekap di sebuah hotwl dekat bandara selama 2 hari dan diperkosa secara bergantian.

Ungkapan tersebut diutarakan dengan menggerakan tubuhnya karena petugas tidak mengerti bahasa mandarin. Saat ditanya siapa pelakunya, ZZ menunjuk ke arah petugas Avsec, seakan dia ingin menceritakan bahwa pelakunya adalah petugas Avsec.

Karena tidak ada yang mengerti bahasa mandarin, akhirnya pihak bandara mengubungi Kedutaan Besar Tiongkok. Korban pun langsung dibawa pihak kedutaan.

Atas peristiwa tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV bandara dan diketahui jika kedua tersangka membawa korban dengan taksi ke Hotel P di Jalan Raya Bandara No.106, Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Mereka diketahui terdaftar masuk kamar 617 lantai 6 sekitar pukul 02.00 WIB pada Selasa dini hari. Berdasar data check in, diketahui pemesan kamar adalah tersangka R.

Azhari Kurniawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka, keduanya mengaku telah menyetubuhi korban. Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan berpura-pura menolong korban mencarikan hotel untuk beristirahat.

“Jadi saat korban mendarat di Terminal 2, korban minta tolong dicarikan hotel kepada kedua tersangka. Karena tidak bisa bahasa Indonesia atau Inggris, dia pakai bahasa tubuh sambil bilang sleep, mengartikan kalau mau istirahat,” katanya.

R dan B diduga memberikan minuman berisi obat bius kepada korban yang membuatnya tidak sadarkan diri. Saat itu lah, mereka memperkosa korban masing-masing sebanyak satu kali.

“Mereka cuma pura-pura menolong. Padahal memang sudah ada niat menyetubuhi korban,” jelas Azhari.

Sumber: thebantenjournal.com

Berita Terkait: Dua PetugasBandara Soetta Pemerkosa Wanita Tiongkok Dicokok Polisi
Baca Juga: Angkasa Pura II Apologizes for Rape Allegedly Conducted by Security Guards