Beranda Politik Pilpres 2019 Orasi Politik, AHY Singgung Soal Politik Identitas dan Keumatan

Orasi Politik, AHY Singgung Soal Politik Identitas dan Keumatan

193
BERBAGI
Agus Harimurti Yudhoyono (dok DPP Partai Demokrat)

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)menyayangkan menguatnya politik identitas di Indonesia. AHY mengaku khawatir politik identitas itu mengoyak persatuan bangsa.

“Saat ini sayangnya politik identitas pelan tapi pasti menguat,” kata AHY dalam orasi Muda adalah Kekuatan di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Jumat malam, 3 Agustus 2018.

AHY mengatakan menguatnya politik identitas itu menimbulkan kerentanan dan kekhawatiran terkoyaknya persatuan bangsa. Menurut dia, perbedaan identitas meliputi suku dan agama berpotensi mengakibatkan perpecahan ini.

Ia pun mengajak seluruh pihak, khususnya anak muda yang mendengarkan orasinya malam ini untuk mencegah terjadinya hal tersebut. AHY meminta agar semua pihak tak saling menghujat, menyalahkan, mencaci maki, apalagi menjatuhkan.

Menurut AHY, anak muda harus memberikan yang terbaik untuk ibu pertiwi Indonesia. “Jangan biarkan ibu pertiwi kita menangis. Jangan biarkan itu terjadi,” ujarnya.

Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini melanjutkan, semua pihak harus bekerja sama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, sejahtera, dan maju di kancah dunia. Ia mengajak anak muda bersama-sama melangkah ke depan mewujudkan hal itu.

AHY pun lantas menyinggung terminologi yang kerap digunakan sejumlah pihak untuk menyebut koalisi di Pemilihan Presiden 2019, yakni keumatan, kerakyatan, dan kebangsaan. “Kita semua satu, kerakyatan keumatan dan kebangsaan harus dibaca dalam satu nafas yang sama,” kata AHY.

Gagasan koalisi keumatan dicetuskan oleh pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab yang mendorong bergabungnya Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, dan Partai Berkarya untuk pilpres 2019. Sedangkan, koalisi kerakyatan merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Partai Demokrat. Terminologi ini menguat kembali setelah AHY berpidato dengan tema “Dengarkan Suara Rakyat” di Jakarta Convention Center pada Juni lalu.

AHY mengatakan persoalan politik identitas dan menjaga persatuan tersebut merupakan pesan paling penting dari pidatonya malam ini. Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini mengajak anak-anak muda meningkatkan pengabdian kepada negeri.

“Inilah pesan yang paling penting malam ini. Mari kita jaga persatuan, mari kita terus tingkatkan bakti dan pengabdian kita kepada negara yang kita cintai ini,” kata dia.

tempo.co