Beranda Hukum Korupsi OTT KPK: Staf Wali Kota Medan Kabur, Hendak Tabrak Tim KPK

OTT KPK: Staf Wali Kota Medan Kabur, Hendak Tabrak Tim KPK

252
BERBAGI
Walikota Medan Dzulmi Eldin dikawal petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tiba di KPK, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019, Dzulmi Eldin di periksa lebih lanjut pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. TEMPO/Genta Shadra Ayubi
Walikota Medan Dzulmi Eldin dikawal petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tiba di KPK, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019, Dzulmi Eldin di periksa lebih lanjut pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

TERASLAMPUNG.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK meminta staf Protokoler Wali Kota Medan Dzulmi Eldin agar menyerahkan diri. Namun, staf berinisial And itu melarikan diri dan hampir menabrak tim KPK saat akan memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Ansari.

“Salah satu pihak yang dicari KPK tadi malam (Selasa, 15 Agustus 2019) mencoba melarikan diri dan hampir menabrak tim KPK di lapangan,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah, Rabu 16 Oktober 2019.

Febri mengatakan, pada Selasa 15 Oktober 2019 sekitar pukul 21.25, penyidik KPK hendak mendatangi rumah Kepala Dinas PU Kota Medan. Saat itu terlihat satu unit mobil Avanza berwarna silver yang diduga dikendarai staf protokol Wali Kota Medan berinisial And.

Menurut Febri, mobil itu kemudian melaju dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan.

“Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit oleh tim, mobil berhenti, namun saudara And tidak turun,” kata Febri Diansyah.

Febri menjelaskan, tim KPK menghampiri mobil tersebut dan menyampaikan bahwa tim berasal dari KPK sekaligus menunjukkan identitas KPK.

“Akan tetapi, pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak Tim KPK. Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan,” kata Febri.

Febri mengingatkan pada seluruh pihak yang ada agar tidak menghambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap koperatif.

“Kepada saudara And agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas. Saat ini, tim terus melakukan pencarian keberadaan And yang diduga menerima tambahan Rp 50 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Uang itu diduga diperuntukkan untuk Wali Kota Medan,” ujar Febri.

Tempo.co

Loading...