Beranda Ekbis Bisnis Pabrik Baru Riau Andalan Ditargetkan Beroperasi pada 2016

Pabrik Baru Riau Andalan Ditargetkan Beroperasi pada 2016

453
BERBAGI
Riau Andalan Pulp and Paper (source: danielbeltra.photoshelter.com)

TERASLAMPUNG.COM–PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), produsen pulp dan kertas, menargetkan pembangunan pabrik kertas senilai Rp 4 triliun di Pelelawan, Riau, rampung pada September 2016. Menurut direksi perseroan, beroperasinya pabrik baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan total produksi kertas perseroan sebesar 250 ribu ton per tahun dari kapasitas produksi saat ini sebanyak 820 ribu ton per tahun.

“Proses ground breaking paper mill III kami di Riau sudah dimulai pada Mei lalu dan diharapkan pabrik tersebut siap beroperasi pada September 2016,” kata Tony Wenas, Presiden Direktur Riau Andalan Pulp and Paper di Jakarta.

Menurut Tony, pabrik yang akan memproduksi kertas berjenis high grade digital paper itu sebagian besar hasil produksinya akan dialokasikan untuk pasar ekspor. Saat ini 70% penjualan perseroan ditujukan untuk ekspor dengan 75 negara tujuan utama antara lain negara-negara di kawasan Asia.

Untuk investasi barunya tersebut, perseroan juga berminat untuk mengajukan fasilitas pajak penghasilan atau tax allowance. “Kami berminat untuk bisa mendapatkan fasilitas tax allowance, yang mana untuk pengajuan prosesnya sedang kami siapkan,” ujar dia.

Produsen kertas lain yang juga tengah merampungkan pembangunan pabrik barunya adalah PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW). Emiten produsen kertas kemasan ini berencana mengoperasikan pabrik barunya di Surabaya, Jawa Timur pada semester II 2015.

“Tahun lalu perseroan sudah menyerap belanja modal US$ 65 juta. Tahun ini kami anggarkan US$ 80 juta – US$ 100 juta antara lain untuk menyelesaikan pembangunan pabrik. Dengan demikian, belanja modal untuk 2014 dan 2015 sekitar US$ 165 juta,” kata Marco Hardy, Sekretaris Perusahaan Fajar Surya saat dikonfirmasi IFT.

Dengan operasional dari pabrik baru tersebut, lanjut dia, kapasitas produksi akan meningkat 30% dari saat ini 1,2 juta ton per tahun. Hingga kuartal III 2014, volume produksi perseroan mencapai 1,09 juta ton. Jumlah tersebut telah melewati total produksi di 2013 sebesar 1,04 juta ton.

Permintaan Nasional

Saleh Husin, Menteri Perindustrian, mengatakan potensi industri pulp dan kertas dalam negeri saat ini cukup besar dan pemerintah berupaya mendorong peningkatan produksi sektor tersebut.

Menurut Saleh, kapasitas terpasang industri pulp dan kertas nasional masing-masing sebesar 7,93 juta ton per tahun untuk pulp dan 12,98 juta ton per tahun untuk kertas dengan realisasi produksi 6,4 juta ton per tahun pulp dan 10,4 ton per tahun kertas.

Sementara itu, kinerja ekspor pulp dan kertas saat ini masing-masing sebesar 3,50 juta ton pulp dengan nilai sebesar US$ 1,72 miliar dan 4,35 juta ton kertas dengan nilai sebesar US$ 3,75 miliar. Sedangkan impor pulp dan kertas masing-masing sebesar 1,62 juta ton pulp dengan nilai sebesar US$ 1,27 miliar dan 0,72 juta ton kertas dengan nilai sebesar US$ 1,36 miliar

Jika dilihat dari peluang pasar dunia dan dalam negeri, saat ini kebutuhan kertas dunia sekitar 394 juta ton, diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada 2020.

“Kebutuhan kertas dunia pun diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 2,1% per tahun. Selain itu, peluang pasar industri kertas dan percetakan dalam negeri terbuka untuk ditingkatkan dengan pertimbangan konsumsi kertas per kapita di Indonesia masih rendah sekitar 32,6 kilogram,” ungkapnya.

ift.co.id

Loading...