PAD Kota Bandarlampung Turun 50 Persen pada 2020

  • Bagikan
Kepala BPPRD Kota Bandarlampung, Yanwardi.
Kepala BPPRD Kota Bandarlampung, Yanwardi.

TERASLAMPUNG.COM — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandarlampung tahun 2020 turun hingga 50 persen dampaknya kegiatan/proyek yang sudah selesai belum bisa dibayar.

“PAD tahun 2020 kalau saya bilang naik pasti saya berbohong, seluruh Indonesia pasti kondisinya sama semuanya turun,” jelas Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Yanwardi usai acara penyampaian SPPT dan DHKP PBB tahun 2021 di parkiran lantai IV di lingkungan pemkot, Selasa 9 Februari 2021.

Menurunnya PAD berdampak pada pembayaran proyek-proyek yang sudah selesai dikerjakan, sedangkan kata Yanwardi peminjaman uang dari PT SMI tidak terealisasi.

“Dampak pandemi Covid-19 ini PAD kita turun sampai 50 persen dampaknya beberapa proyek yang sudah selesai belum bisa dibayarkan.Seperti yang disampaikan pak wali, kita ingin ngambil hutang ada yang nyegah. Ah tu urusan politik saya tidak bisa bicara itu,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penurunan target pendapat dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tahun 2021.

“Tahun 2020 kita targetkan PBB sebesar Rp320 milyar saat masuk pandemi Covid-19 kita melakukan refocusing mengubah target menjadi Rp220 milyar dan realisasinya hanya Rp67 milyar,” jelasnya.

“Makanya tahun 2021 kita turunkan target pendapatan dari PBB menjadi Rp171,6 milyar. Dengan perincian hari ini kami menyerahkan 257.071 surat pemberitahuan pajak terhutang (SPT) PBB ke 20 kecamatan dengan nilai Rp99,6 milyar dan dari hutang yang lama kita anggap potensi pendapatan juga maka jadilah Rp171,6 milyar itu,” kata Yanwardi.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan