Beranda Hukum Narkoba Pada 2019 Polres Lamsel Sita 277,49 Kg Sabu, 160.145 Pil Ekstasi, dan...

Pada 2019 Polres Lamsel Sita 277,49 Kg Sabu, 160.145 Pil Ekstasi, dan 454,1 Kg Ganja

332
BERBAGI
Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto didampingi Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Rudi Setiawan, Dirresnarkoba Polda Lampung, Kombes Pol Sobarmen dan Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan saat press rilis hasil ungkap kasus narkoba di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni, Kamis (18/7/2019).
Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto didampingi Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Rudi Setiawan, Dirresnarkoba Polda Lampung, Kombes Pol Sobarmen dan Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan saat press rilis hasil ungkap kasus narkoba di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni, Kamis (18/7/2019).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Sepanjang tahun 2019 Polres Lampung Selatan menyita 277,49 Kg sabu-sabu, 454,1 Kg ganja dan 160.145 butir pil ekstasi dari 150 kasus.  Pengungkapan kasus panyalahgunaan narkotika tersebut, meningkat jika dibandingan pada tahun 2018 lalu sebanyak 135 kasus.

Kasat Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan, Iptu Ferdiansyah mengatakan, pengungkapan 150 kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2019 ini, yakni didominasi di areal pemeriksaan Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni.

“Untuk barang bukti narkotika yang disita sepanjang tahun 2019 ini, sabu-sabu seberat 277,49 Kg dan Ganja 454,1 Kg. Jumlah kasus pengungkapan ini, alami kenaikan signifikan jika dibanding tahun 2018 lalu,”ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada teraslampung.com, Jumat (20/12/2019).

Selanjutnya narkotika jenis ekstasi yang diamankan, kata Iptu Ferdiansyah, sebanyak 160.145 butir pil ekstasi. Sedangkan pada tahun 2018 lalu, hanya sebanyak 40.029 butir pil ekstasi. Untuk pengungkapan kasus narkotika jenis pil erimin atau happy five, sebanyak 22.500 butir dan opium seberat 1,3 Kg yang berhasil disita.

“Pengungkapan kasus tahun 2019 ini paling besar peningkatannya pil ekstasi, sedangkan tahun 2018 lalu penyelundupan pil erimin atau happy five dan jenis opium tidak ada. Seluruh barang bukti itu, sudah dimusnahkan beberapa hari lalu bersamaan dengan pemusnahan narkotika milik BNN,”terang mantan Kepala KSKP Panjang ini.

Selain barang bukti yang diamankan, lanjut Iptu Ferdiansyah, jumlah tersangka mengalami peningkatan yakni ada 241 orang tersangka dari 150 kasus. Sementara tahun 2018 lalu, ada 217 orang tersangka yang diamankan.

“Para tersangka yang diamankan, sebagian besar sudah menjalani masa hukuman,”ungkapnya.

Menurutnya, bulan Desember 2019 ini saja, sudah 54 Kg narkoba yang berhasil disita dari Pelabuhan Bakauheni.

Ditegaskannya, pihaknya akan meningkatkan pengawasan peredaran narkotika di areal pemeriksaan Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni saat menghadapi libur Natal dan Tahun baru nanti. Selain itu juga, akan melakukan pengawasan di tempat-tempat hiburan pada perayaan malam pergantian tahun baru.

“Untuk mencegah peredaran narkoba, tidak hanya di Pelabuhan Bakauheni saja tapi semua tempat akan terus kita pantau,”pungkasnya.

Loading...