Beranda Pendidikan Iptek Pagi Ini, Gerhana Matahari Total akan Berlangsung 1,5 Hingga 3 Menit

Pagi Ini, Gerhana Matahari Total akan Berlangsung 1,5 Hingga 3 Menit

304
BERBAGI
Gerhana matahari total (foto: manoramaonline.com)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Gerhana matahari total (GMT) akan terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016. Peristiwa sangat langka ini bukan hanya menjadi buruan para turis, tetapi juga menjadi objek kajian penting para peneliti. Bagi Indonesia, gerhana matahari total kali ini menjadi sangat penting dan istimewa karena hanya wilaayah daratan di dunia yang bakal dilalui gerhana matahari total hanyalah Indonesia.

Di wilayah bagian barat Indonesia gerhana mulai terjadi pagi hari, mulai pukul 06.20 WIB, dan mencapai puncak gerhana pada 07.25 WIB. Gerhana Matahari akan berakhir pada pukul 08.35 WIB.

Sementara di wilayah tengah Indonesia Gerhana Matahari Total akan terjadi pada pukul 07.25 WITA, dan wilayah timur pada 08.36 WIT.

Menurut peneliti dari Lembaga Antarariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaludin, tidak semua wilayah di Indonesia akan dilalui gerhana matahari total., tetapi hanya 12 provinsi.

“Lama Gerhana Matahari total (GMT) di Indonesia 1,5-3 menit,” Thomas, seperti dikutip kompas.com, beberapa waktu lalu.

Ke-12 provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung, Kalimantan Barat,Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,  Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Provinsi-provinsi tersebut disebut sebagai daerah yang dilintasi jalur totalitas herhana. Di provinsi-provinsi itulah para peneliti Indonesia maupun asing melakukan penelitian

Meski begitu, provinsi lain di Indonesia, termasuk Lampung, juga ‘merasakan’ dampak gerhana. Yakni, siang dalam kondisi gelap meskipun tidak dilintasi jalur totalitas gerhana, Daerah yang tidak menjadi jalur totalitas gerhana matahari total mengalami gerhana matahari sebagian (GMS).

Daerah yang mengalami GMS, termasuk Lampung, warga  akan melihat matahari berbentuk sabit.

“Seluruh wilayah Indonesia, di luar yang mengalami GMT, akan mengalami GMS,” kata Thomas.

Menurut Thomas, jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra India hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia.

Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.

Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Niugini selama 4 menit 9 detik.

Gerhana matahari total pada Rabu, 9 Maret 2016, juga istimewa terutama bagi umat Hindu karena  bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi.

Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB, sedangkan di Indonesia tengah dan timur pukul 07.25 Wita dan 08.35 WIT. Fase GMT rata-rata terjadi satu jam kemudian.

Selama GMT, piringan matahari tertutup penuh oleh piringan Bulan dan hanya menyisakan cahaya korona atau bagian atas atmosfer Matahari.

“Hari yang terang akan berubah seperti senja untuk sesaat,” kata Thomas.

Gerhana matahari total sudah beberapa kali terjadi di wilayah
Indonesia selama sebelum 2016, yaitu 24 Oktober 1995, 18 Maret 1988, 22
November 1984, dan 11 Juni 1983.

Setelah gerhana matahari total pada 9 Maret 2016, gerhana matahari total akan kembali terjadi di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053.

Wilayah Indonesia akan dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin dan Total secara bersamaan pada 20 April 2023 dan 25 November 2049.

Loading...