Pagi Ini, Siswa Anggota ‘Pelajar Menulis Metro’ Praktik Lapangan

  • Bagikan
Para siswa praktik menulis di ruang kelas pada acara workshop jurnalistik, Selasa–Rabu (28-29/10/2014) di Hotel Grand Skuntum Metro. Pada Kamis (30/10) mereka praktik ke lapangan (Foto: Teraslampung.com)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Pagi ini  (30/10) hingga siang, sebanyak 20 siswa SMA/SMK di peserta Workshop Jurnalistik yang digelar Dinas Pendidikan Kota Metro melakukan praktik lapangan. Selain praktik menulis berita dan feature, mereka juga praktik mewawancarai beberapa narasumber berita.

“Mereka bertugas secara kelompok. Setiap kelompok terdiri atas empat siswa. Hasil wawancara dengan narasumber akan dijadikan bahan membuat laporan hard news dan soft news. Siang hingga sore hari, hasil tulisan mereka akan didiskusikan bersama-sama dan dinilai oleh para mentor,” kata Ari Pahala Hutabarat, salah satu mentor menulis dari Sekolah Menulis Komunitas Berkat Yakin (KOBER) Bandarlampung, Kamis (30/10).

Menurut Ari, sebelum turun ke lapangan para siswa itu sudah dibekali teori dan praktik menulis. Dalam praktik menulis di kelas, kata Ari, lebih difokuskan pada keterampilan menguraikan topik tulisan menjadi kalimat dan paragraf.

“Juga membangun logika kalimat. Sebab, selama ini banyak calon penulis atau wartawan yang sering kesulitan dalam membuat tulisan yang ‘lurus’. Saya sangat antusias melatih mereka karena semua peserta juga antusias dan bersemangat mengikuti latihan,” kata Ari.

Menurut Ari, meskipun pelatihan akan berakhir pada Kamis (30/10, semua peserta akan dimentori oleh dirinya dan Oyos Saroso HN sampai kapan pun peserta mau.

“Pola mentoring seumur hidup secara gratus ini sudah mulai diterapkan di Lampung Media Center (LMC) sejak tiga tahun terakhir. Dengan begitu, diharapkan para peserta pelatihan menulis benar-benar bisa menjadi penulis, baik menulis berita, feature, opini, esai, bahkan dalam bentuk tulisan kreatif berupa cerpen dan puisi,” kata Ari.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Metro, Rifian Hadi, SPd, M.Pd., mengatakan workshop menulis untuk siswa SMA/SMK yang digelar 28-30 Oktober 2014 merupakan upaya pihaknya menyiapkan generasi melek literasi di Kota Metro. Sebelumnya, pada 27 Oktober 2014, para guru SMA/SMK di Metro juga sudah dilatih menjadi pembina penerbitan media sekolah.

Para siswa konsultasi dengan mentor/

“Jadi, ini merupakan kegiatan yang terintegrasi yang melibatkan siswa, guru, dan para ahli yang berperan sebagai mentor. Ahli dari luar sekolah berperan mementori para guru dan siswa pascapelatihan,” kata Rifian.

Rifian mengaku sangat optimistis workshop yang digelar pertama kalinya ini akan menghasilkan penulis muda andal. “Para mentor menyiapkan metode pelatihan yang memang sudah teruji dan bisa melahirkan penulis andal. Yang terpenting bukan tiga atau empat hari workshop, tetapi pendampingan yang dilakukan para mentor secara terus-menerus sampai peserta benar-benar bisa menulis.” kata Rifian.

“Para peserta nantinya tidak hanya akan menjadi pengelola media di sekolah, tetapi juga bisa menjadi kontributor Jurnal Kebudayaan Metro, bahkan bisa menjadi kontributor portal teraslampung.com dan penulis cerpen dan puisi,” tambah Rifian.

Mas Alina Arifin

  • Bagikan