Beranda News Pemilu 2019 Pakar Hukum Unila: Banyak Petugas KPPS Meninggal, Pemerintah Harus Evaluasi Pemilu 2019

Pakar Hukum Unila: Banyak Petugas KPPS Meninggal, Pemerintah Harus Evaluasi Pemilu 2019

277
BERBAGI
Dr. Budiono

TERASLAMPUNG.COM — Pakar hukum Universitas Lampung, Dr. Budiono, menegaskan pemerintah harus mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019 yang sudah banyak menyebabkan ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia.

“Mungkin yang meninggal dunia itu akibat kelelahan, kerja berat akibat pengagabungan pileg dan pilpres. Ke depan pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan pemilu,” kata Akademi Unila Dr. Budiono di ruang kerjanya di Unila, belum lama ini.

Menurut Budiono, sulitnya proses administrasi juga berdampak pada petugas KPPS kelelahan.

“Kalau administrasi yang bikin ribet kan tahun 1999 Pemilu kita diikuti banyak partai dan tidak ada korban jiwa, juga Pemilu 2014 kan aman-aman aja,” katanya.

Budiono menilai semestinya Pemilu 2019 tidak membikin sulit petugas KPPS.

“Sebab KPU memilik waktu yang panjang untuk mempersiapkannya. Persiapan untuk Pemilu 2019 ini kan panjang, semestinya KPU sudah menyiapkan segala sesuatunya lebih panjang, mereka punya persiapan yg panjang,” jelasnya.

Dampak efisiensi anggaran Pemilu juga dikritisi oleh Akademisi Unila Dr. Budiono yang menurutnya ada anggaran-anggaran yang bisa ditekan.

“Coba kita perhatikan anggaran itu banyak digunakan untuk sosialisasi baik itu oleh KPU dan Bawaslu. Contoh lainnya pelantikan anggota KPU yang baru mestinya cukup komisioner KPU pusat yang ke daerah bukan anggota KPU yang baru berangkat ke Jakarta untuk dilantik,” ungkapnya.

Anggota KPPS dari TPS 27 Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Teluk Betung Utara Sofian menceritakan selain persoalan adminsistrasi juga anggaran yang telat membuatnya menjadi terbebani.

“Pelaksanaan Pemilu hari Rabu dana untuk pembuatan TPS turun Selasa malam. Kami kan pusing untuk menyiapkan tepat juga sewa tenda,” katanya.

Selain itu, kata Sofian, yang membuat  dia dan kawan-kawan bekerja hingga pukul 03.00 pagi adalah laporan administrasi.

“Yang bikin capek adalah adminstasinya. Kami harus tandatangan untuk laporan itu setiap laporan lima rangkap ditambah lagi di TPS kami ada kekurang suara Pilpres sebanyak tiga lembar ini kan harus kita buat laporannya,” ungkapnya.

Hingga Jumat, 26 April 2019, lebih dari 200 orang petugas KPPS Pemilu 2019 meninggak dunia dan ratusan lainnya sakit. Mereka diduga meninggal atau sakit karena kelelahan setelah menjadi petugas Pemilu 2019.

Dandy Ibrahim

Loading...