Beranda Views Opini Palung Tekanan Rendah Penyebab Hujan di Sebagian Besar Wilayah Lampung

Palung Tekanan Rendah Penyebab Hujan di Sebagian Besar Wilayah Lampung

796
BERBAGI
Hujan (ilustrasi)

Oleh Ramadhan Nurpambudi*

Hujan sudah hampir seminggu ini turun di sebagian besar wilayah Lampung dengan intensitas yang beragam mulai dari ringan sampai dengan lebat. Kondisi ini dipicu oleh adanya palung akibat dari tekanan rendah yang terbentuk dari Samudera Hindia, Pulau Jawa, dan di selatan Papua. Ketiga tekanan rendah ini membentuk palung yang terbentang mulai dari Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Nusa Tenggara, sampai ke selatan Papua.

Palung ini merupakan pusat tekanan rendah yang memanjang dimana di sepanjang garis palung tekana rendah ini memicu kondisi cuaca buruk. Palung ini sudah bertahan di atmosfer wilayah Lampung ±3 hari dan sejak saat pertama terbentuk hujan sudah mulai banyak turun di wilayah Lampung dengan ketambahan adanya palung tekanan rendah ini hujan menjadi semakin intens terjadi.

Adanya palung ini didukung dengan hangatnya suhu muka laut di perairan Laut Jawan dan juga di Samudera Hinda. Analisa suhu muka laut menunjukkan anomali yang positif di kedua perairan tersebut, anomali positif berarti suhu muka laut di kedua perairan itu lebih hangat dibandingkan dengan kondisi rata-rata klimatologisnya. Semakin hangat suhu muka laut maka semakin banyak penguapan yang terjadi di wilayah tersebut sebagai bahan utama pembentukan awan-awan hujan.

Penguapan yang besar dari suhu muka laut harus didukung dengan kondisi atmosfer yang basah. Analisa kondisi atmosfer melalui kelembaban udara didapatkan mulai lapisan permukaan sampai dengan lapisan 400mb kondisi kelembaban udara menujukkan nilai yang lembab ±80%. Tentu saja kondisi ini semakin mendukung banyaknya pembentukan awan-awan hujan di wilayah Lampung dan sekitarnya sebab atmosfer diatas Lampung sangat basah sehingga awan konvektif bisa dengan mudah tumbuh.

Analisa kolom air di atmosfer yang bisa turun menjadi hujan juga cukup tinggi. Untuk wilayah Lampung dan sekitarnya menunjukkan angka 50-55 kg/m². Kondisi selama seminggu ini 6-9 kg/m² lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi rata-rata klimatologisnya. Dengan banyaknya kolom air yang tersedia di atmosfer yang kapan saja bisa turun menjadi hujan sangat cocok dengan apa yang terjadi di wilayah Lampung selama seminggu terakhir ini kolom air yang tersedia di atmosfer banyak turun menjadi hujan.

Analisa curah hujan di wilayah Lampung pada dasarian kedua bulan November yakni curah hujan yang sangat tinggi terjadi di wilayah Tanggamus dan Pesisir Barat bagian selatan dengan jumlah curah hujan >300mm. Untuk di wilayah Mesuji bagian selatan, Tulang Bawang bagian barat, Tulang Bawang Barat bagian utara, Lampung Tengah bagian tengah, Lampung Timur bagian utara dan tengah, Way Kanan bagian utara, Lampung Utara bagian barat dan timur mendapat curah hujan tinggi dengan intensitas mulai dari 150-300mm.

Wilayah yang masih mendapat curah hujan rendah pada dasarian kedua bulan November yakni Lampung Utara bagian tengah dan selatan, Pesisir Barat dan Lampung barat bagian utara, sebagian besar Lampung Selatan, Lampung Timur bagian selatan, sebagian besar Pesawaran dan Pringsewu, Lampung Tengah bagian barat, serta Way Kanan bagian selatan dan timur mendapat curah hujan 0-50mm selama periode tersebut. Analisa hari tanpa hujan yang terpantau sampai tanggal 21 November 2017 ini hanya di wilayah Pringsewu bagian selatan yang 6-10 hari terkahir tidak turun hujan dan masih dalam kategori pendek.

Peluang curah hujan untuk dasarian ketiga di bulan November ini untuk curah hujan >50mm hampir terjadi di sebagian besar wilayah Lampung dengan tingkat keakuratan 90% kecuali di wilayah Lampung Timur dan Lampung Selatan dengan tingkat keakuratan 50%-60%. Untuk curah hujan >100m peluangnya terjadi di wilayah Way Kana, Lampung Barat, serta Pesisir Barat, dan juga Tanggamus dengan tingkat keakuratan 60%-70%.***

*Prakirawan Stasiun Radin Inten Lampung

Loading...