Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pameran Pembangunan Lampura, Harga Sewa Tarub Terlalu Mahal

Pameran Pembangunan Lampura, Harga Sewa Tarub Terlalu Mahal

919
BERBAGI

Feaby/Ter‎aslampung.com

Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan stand di areal Pameran Pembangunan dalam rangka HUT Lampung Utara di areal parkir Stadion Sukung, Kotabumi, Lampung Utara

KOTABUMI–Pameran pembangunan untuk memperingati HUT Lampung Utara ke-69 yang  akan berlangsung 8 hingga 15 Juni 2015 mendatang terus mendapat hujanan kritik peserta pameran. Selain keluhan ruang untuk tiap stand yang terlalu sempit, kini peserta pameran mengeluh karena tingginya biaya sewa tarub atau stand tambahan yang mencapai Rp2,2 juta/pekan.

“Banyak peserta pameran yang ngeluh dengan tingginya biaya sewa stand tambahan untuk pameran karena kalau mengandalkan stand yang ada terlalu kecil ukurannya. Saya saya membayar Rp2,2 juta ke Disporbudpar (Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata) untuk stand itu,” kata salah seorang p‎ejabat yang menolak namanya dipublikasikan, Minggu (7/6).

Meski mengaku keberatan dengan mahalnya biaya sewa stand yang mencapai Rp2,2 juta atau ‎dengan kata lain sekitar Rp300 ribu/hari tersebut, dirinya tak mempunyai pilihan lain selain membayar sewa stand dimaksud. Sebab, jika mengandalkan stand yang disediakan gratis oleh panitia HUT‎ Lampura dari Disporbudpar, ukuran standnya terbilang sangat kecil yakni ukuran 3×3 meter dengan tinggi sekitar 2 meter.

“Wah, kalau mengandalkan stand yang sudah disediakan maka pasti kenyamanan peserta dan pengunjung pameran pasti akan sangat terganggu karena terlalu kecil,” paparnya.

Keluhan serupa juga diungkapkan pejabat Pemkab lainnya. Pejabat yang juga menolak disebutkan jati dirinya ini ‎menyatakan sedianya, pihak Disporbudpar selaku pihak yang paling bertanggung jawab dalam pesta kelahiran Kabupaten Lampura ini melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan seluruh SKPD tentang ukuran dan biaya sewa stand tambahan pameran.

Mengingat masing – masing SKPD telah menyiapkan berbagai peralatan atau barang yang akan dipamerkan dalam pameran tersebut.Terlebih terdapat sejumlah SKPD yang telah mengeluarkan biaya untuk desainer stand mereka.

“Banyak peserta pameran yang harus mendesain ulang atau memangkas desain stand yang mereka buat karena harus menyesuaikan dengan ukuran stand ‎yang hanya 3×3 meter itu. Kalau mau stand yang agak gede, ya harus bayar lagi,” tuturnya.

Di lain sisi, Kepala Disporbudpar, Karim‎ SR mengklaim stand – stand yang dipilihnya pada HUT Lampura kali ini merupakan stand yang terbaik yang telah dipakai di berbagai daerah meski hanya berukuran 3×3 meter. Tujuan penggunaan stand atau tarub ini semata – mata untuk faktor keindahan dan kerapihan stand – stand tersebut.

‎”Untuk kantor, saya kira tidak ada (barang) yang dipasang atau produk untuk jualan hanya berupa brosur – brosur saja. Tapi untuk BUMN/BUMD itu ukurannya 5×5 meter,” kata  dia.

Karim tak menampik jika ada SKPD yang menginginkan stand tambahan di luar stand yang telah diberikan maka harus mengeluarkan biaya Rp2,2 juta/stand untuk pameran selama 1 pekan. Menurutnya, harga segitu telah terbilang murah karena biasanya biaya sewa tarub atau stand dalam seharinya mencapai Rp700 ribu. Pihak yang menetapkan biaya sewa tarub atau stand ini adalah Event Organizer (EO) Lampura Fair 2015 yang mengelola kegiatan tersebut.

“Itu dihitung mereka (EO) Rp.700 ribu/hari. Itu hitungan EO-nya. Itu juga sudah banyak pertimbangan (diskon) dari mereka karena kita sudah banyak nambah – nambah‎,” dalihnya.

Sebelumnya,‎ sejumlah pejabat Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) mengeluhkan sempitnya stand yang akan mereka pakai dalam pameran pembangunan untuk memperingati HUT Lampung Utara ke-69 mendatang, di pelataran parkir Stadion Sukung Kotabumi.

Salah seorang p‎ejabat yang menolak namanya dipublikasikan mengaku kecewa dengan luas stand pameran pembangunan mendatang tersebut. Karena luas stand pameran pembangunan kali ini hanya berukuran 3×3 meter dengan tinggi sekitar 2 meter dirasa sangat tidak cukup. Sebab, dengan luas seperti itu maka dipastikan SKPD akan mengganggu kenyamanan SKPD saat menjadi peserta pameran. ‎

“Kenyamanan peserta dan pengunjung pameran pasti akan sangat terganggu karena luas stand sangat tidak sesuai,” katanya.

Loading...