Beranda Teras Berita PAN: Ahlak Politik Berlandaskan Agama

PAN: Ahlak Politik Berlandaskan Agama

196
BERBAGI
Bandarlampung–Kelahiran
Partai Amanat Nasional (PAN) dibidani oleh Majelis Amanat Rakyat (MARA), salah
satu organ gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto; PPSK Yogyakarta,
tokoh-tokoh Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet.
PAN
dideklarasasikan di Jakarta pada 23 Agustus, 1998 oleh 50 tokoh nasional, di
antaranya Prof. Dr. H. Amien Rais, Faisal Basri MA, Ir. M. Hatta Rajasa,
Goenawan Mohammad, Dr. Rizal Ramli, Dr. Albert Hasibuan, Toety Heraty, Prof.
Dr. Emil Salim, A.M. Fatwa, Zoemrotin, dan lainnya.
Sebelumnya
pada pertemuan tanggal 5-6 Agustus 1998 di Bogor, mereka sepakat membentuk
Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian berubah nama menjadi Partai Amanat
Nasional (PAN). PAN bertujuan menjunjung tinggi dan menegakkan kedaulatan
rakyat, keadilan, kemajuan material dan spiritual. Cita-cita partai berakar
pada moral agama, kemanusiaan, dan kemajemukan. Selebihnya PAN menganut prinsip
nonsektarian dan nondiskriminatif. Untuk terwujudnya Indonesia baru. Titik
sentral dialog adalah keadilan dalam mengelola sumber daya sehingga rakyat
seluruh Indonesia dapat benar-benar merasakan sebagai warga bangsa.
PAN
mempunyai Azas : “ Ahlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi
Sekalian Alam”. Identitas : PAN adalah partai politik yang menjadikan agama
sebagai landasan moral dan etika berbangsa dan bernegara yang menghargai harkat
dan martabat manusia serta kemajemukan dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat,
keadilan sosial, dan kehidupan bangsa yang lebih baik untuk mewujudkan
Indonesia sebagai bangsa yang makmur, maju, mandiri dan bermartabat. Sifat :
PAN adalah partai yang terbuka bagi warga negara Indonesia, laki-laki dan
perempuan yang berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis maupun
agama, dan mandiri.
Visi
:
Terwujudnya PAN sebagai partai politik terdepan dalam mewujudkan masyarakat
madani yang adil dan makmur, pemerintahan yang baik dan bersih di dalam negara
Indonesia yang demokratis dan berdaulat, serta diridhoi Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Esa.
Misi
: mewujudkan kader yang berkualitas; mewujudkan PAN sebagai partai yang dekat
dan membela rakyat, mewujudkan PAN sebagai partai yang modern berdasarkan
sistem dan manajemen yang unggul serta budaya bangsa yang luhur; mewujudkan
Indonesia baru yang demokratis, makmur, maju, mandiri dan bermartabat;
mewujudkan tata pemerintahan Indonesia yang baik dan bersih, yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan
kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa; mewujudkan negara
Indonesia yang bersatu, berdaulat, bermartabat, ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta
dihormati dalam pergaulan internasional. Garis Perjuangan Partai : partai dan
pemenangan pemilu; perkaderan yang handal; partai yang dicintai rakyat;
membangun organisasi PAN yang modern.
Kongres
PAN III
Pada
kongres PAN III di Batam, 8-10 Januari 2010, Ir. M. Hatta Rajasa terpilih
secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPP PAN dan Prof. DR. M. Amien Rais, MA
sebagai Ketua MPP DPP PAN untuk periode 2010-2015. Dalam kepengurusan yang
baru, prinsif pengelolaan partai yang dipegang adalah melanjutkan yang baik,
memperbaiki yang buruk serta selalu mencari cara untuk selalu lebih baik.
Dengan
bertekad memenangkan Pemilu 2014 dengan target double digit adalah hasil yang
harus dicapai pada kepengurusan kali ini, tentunya dengan kerja keras bersama.
Pada kepengurusan DPP PAN periode 2010-2015 dengan struktur kepengurusan yaitu
: Badan Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan, Badan Komunikasi Politik, Badan
Litbang, Badan Advokasi, Badan Perkaderan, Badan Luar Negeri, Badan Perempuan,
Badan Kebijakkan Publik, Bakokal, Badan Ekonomi dan Bappilu. Pada Bappilu telah
terjadi perubahan paradigma dalam struktur kepengurusan, dengan dibentuknya
Badan Pembinaan dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) berdasarkan kewilayahan, agar
lebih terfokus untuk menangani langsung kewilayahan partai dalam rangka
pembinaan partai dan pemenangan partai.
Identitas
:
PAN
adalah partai politik yang menjadikan agama sebagai landasan moral dan etika
berbangsa dan bernegara yang menghargai harkat dan martabat manusia serta
kemajemukan dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat, keadilan sosial, dan
kehidupan bangsa yang lebih baik untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang
makmur, maju, mandiri dan bermartabat.
Sifat
:
PAN
adalah partai yang terbuka bagi warga negara Indonesia, laki-laki dan perempuan
yang berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis maupun agama, dan
mandiri.
Visi
: Terwujudnya PAN sebagai partai politik terdepan dalam mewujudkan masyarakat
madani yang adil dan makmur, pemerintahan yang baik dan bersih di dalam negara
Indonesia yang demokratis dan berdaulat, serta diridhoi Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Esa.
Misi
: (1) mewujudkan kader yang berkualitas; mewujudkan PAN sebagai partai yang
dekat dan membela rakyat, mewujudkan PAN sebagai partai yang modern berdasarkan
sistem dan manajemen yang unggul serta budaya bangsa yang luhur; mewujudkan
Indonesia baru yang demokratis, makmur, maju, mandiri dan bermartabat; (2) mewujudkan
tata pemerintahan Indonesia yang baik dan bersih, yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan
umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa; mewujudkan negara Indonesia yang
bersatu, berdaulat, bermartabat, (3) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, serta dihormati
dalam pergaulan internasional.

Garis
Perjuangan Partai : partai dan pemenangan pemilu; perkaderan yang handal;
partai yang dicintai rakyat; membangun organisasi PAN yang modern.

Sumber: DPP PAN

Loading...