Beranda Teras Berita Panas Bumi di Danau Ranau Lampung Barat akan Segera Dilelang

Panas Bumi di Danau Ranau Lampung Barat akan Segera Dilelang

614
BERBAGI
Danau Ranau di Lampung Barat

JAKARTA, Teraslampung.com — Direktorat Jenderal Energi Baru Terba­rukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Ke­menterian ESDM akan segera melelang dua pro­yek panas bumi  di  Danau Ranau dan Gunung Lawu. Dua proyek ini sudah diincar banyak perusahaan skala besar.

“Kedua proyek ini banyak diminati peru­sahaan-perusahaan ‘gajah’, perusahaan panas bumi skala internasional, mulai dari Chevron, PGE, sampai EDC Filipina yang merupakan pemain terbesar panas bumi di Filipina. Ini menandakan investor sudah berbondong-bondong ingin investasi panas bumi di Indonesia,” kata Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE, Ke­menterian ESDM, Yunus Saefulhak,  Rabu (8/7).

Wilayah kerja panas bumi Da­nau Ranau seluas 8.561 hektar dengan per­kiraan temperatur reservoir 200 derajat cel­cius. Wilayah dengan cadangan terduga 210 MW ini direncanakan memiliki kapasitas pengembangan hanya 110 MW. Sama de­ngan Gunung Lawu, pola pengusahaan yang ditawarkan adalah total project dengan harga patokan tertinggi US$ 14,6 sen per kWh. Proyek ini juga ditargetkan mulai on stream pada 2022.

Lokasi panas bumi Danau Ranau sebenarnya berada di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Sumatera Selatan) dengan Kabupaten Lampung Barat. Selama ini kawasan sumber panas bumi di OKU Selatan dimanfaatkan sebagai objek wisata. Kabupaten Lampung Barat sama sekali tidak mendapatkan manfaat dari objek wisata tersebut, karena dikelola oleh Pemkab OKU Selatan.

Sedangkan wilayah kerja panas bumi Gunung Lawu memiliki luas 60.030 hektar. Cadangan terduga uap panas bumi di wilayah ini tercatat sebesar 195 MW. Namun, renca­na kapasitas pengembangannya hanya 165 MW. Pola pengusahaan yang ditawarkan yakni total project dengan harga patokan ter­tinggi US$ 14,6 sen per kilowatt hour (kwh). Proyek ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2022.

Dewira

Loading...