Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Pandemi Covid-19, Warga Bandarlampung yang tidak Pakai Masker akan Disuruh Push-up

Pandemi Covid-19, Warga Bandarlampung yang tidak Pakai Masker akan Disuruh Push-up

1526
BERBAGI
Walikota Bandarlampunh, Herman HN

TERASLAMPUNG.COM —Walikota Bandarlampung, Herman HN, menegaskan warga Bandarlampung yang tidak menggunakan masker selama pandemi Covid-19 akan diberikan sanksi tegas.

“Kalau ada warga yang tidak menggunakan masker disuruh push up  seperti di Jawa itu. Di tempat lain malahan  ada yang dipukul pakai rotan. Tapi di sini janganlah, nanti Covid-19 selesai kita dituntut HAM repot juga,” tegas usai memimpin apel kesiapan penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bandar Lampung, di halaman kantor Pemkot Bandarlampung, Sabtu, 30 Mei 2020.

Herman HN juga mewajibkan para para pedagang menggunakan sarung tangan. Begitu juga pembeli di pasar swalayan juga diwajibkan menggunakan sarung tangan.

“Saya yakin kalau ini dilaksanakan tiap hari rakyat juga akan secara bertahap akan mendengar karena ini menyangkut nyawa pribadi,” ujar Herman HN.

Herman HN juga meminta kepada tim pencegahan penularan Covid-19 untuk bertindak tegas kepada pengusaha swalayan yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Saya bilang kepada tim untuk menutup asal dia nyata tidak mengikuti protokol kesehatan,” tegasnya.

Sedangkan panti pijat tidak boleh buka karena dalam jasa pijat selalu ada kontak langsung dalam jarak sangat dekat.

“Tempat karaoke silahkan buka asal mengikuti protokol kesehatan,” tambahnya.

Soal new normal, kata Herma HN, sebenarnya hal itu sudah dilakukan di Kota Bandarlampung.

“New normal itu sudah diterapkan di Bandarlampung. Coba cek saya tidak pernah menutup pasar swalayan, rumah makan, hotel. Namun semuanya wajib menggunakan protokol kesehatan karena nyawa manusia yang pertama harus kita selamatkan, kemudian ekonomi kita harus bagus,” ungkapnya.

Dandy Ibrahim

Loading...