Beranda Teras Berita Pangkat-Golongan Belum Penuhi Syarat, Hanafiah Diangkat Jadi Lurah Tanjung Harapan

Pangkat-Golongan Belum Penuhi Syarat, Hanafiah Diangkat Jadi Lurah Tanjung Harapan

2661
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Kantor Kelurahan Tanjung Harapan, Lampung Utara.

Kotabumi–Pengangkatan Hanafiah sebagai Lurah Tanjung Harapan yang baru berpotensi cacat hukum lantaran ‎pangkat atau golongan yang bersangkutan disinyalir belum cukup untuk menempati posisi tersebut.

Menurut sumber terpercaya yang menolak namanya disebutkan, semestinya Hanafiah belum layak menempati posisi Lurah karena pangkat atau golongannya masih III/a. Sementara syarat utama menempati jabatan tersebut, kata dia lagi, minimal telah berpangkat atau golongan III/b.

 “Sesuai dengan peraturan yang ada, syarat untuk menempati posisi Lurah haruslah pegawai yang berpangkat atau golongan III/b. Sementara, yang bersangkutan diketahui masih berpangkat/golongan III/a,” papar dia tanpa mau menyebutkan peraturan yang dimaksud, baru – baru ini.

Lantaran tak sesuai prosedur, menurut sumber, pelantikan Hanafiah sebagai Lurah Tanjung Harapan berpotensi cacat hukum sehingga apa pun kebijakan yang akan dibuat oleh Hanafiah secara otomatis dapat dikatakan tidak sah.

“Karena pangkat atau golongannya belum cukup maka pengangkatan Hanafiah sebagai lurah berpotensi cacat hukum,” tegas dia.

‎Sumber tersebut mengatakan, persoalan ini tak akan pernah terjadi apabila pihak terkait seperti Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat) ‎lebih jeli dan selektif menempatkan seseorang pada sebuah posisi.

“Kalau sudah seperti ini kan repot. Karena implikasi (dampaknya) sangat luas,” urainya.

Di lain sisi, Hanafiah, Lurah Tanjung Aman ketika dikonfirmasi tak mengelak jika pangkat atau golongannya masih III/a atau boleh dikatakan belum pantas menempati posisi Lurah sesuai dengan aturan yang ada.

“Benar. Pangkat atau golongan saya masih III/a,” terang dia.

Kendati demikian, menurut Hanafiah, seyogyanya pangkat atau golongan‎ telah naik menjadi III/b terhitung sejak April 2015 lalu. Namun, entah mengapa pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampura belum memproses kenaikan pangkatnya.

“‎Setahu saya, pangkat atau golongan saya sudah bisa naik ke III/b pada April lalu. Karena setiap pegawai yang pegang jabatan eselon IV B, 1 tahun di dalam jabatan bisa filfat atau naik,” urainya.

Lebih jauh ia menuturkan, dalam persoalan ini, kesalahan mutlak bukan dari dirinya. Sebab, sejatinya ia tak pernah meminta atau mengajukan permohonan untuk sebuah jabatan apalagi jabatan Lurah ‎yang kini diembannya. Bahkan, ia mengatakan baru mengetahui dirinya termasuk salah satu pejabat yang akan dilantik tiga jam sebelum prosesi pelantikan.

“Saya kaget karena jam 11:00 WIB baru dikasih tau (termasuk pejabat yang) akan dilantik. Waktu itu saya cukup kelabakan karena belum ada persiapan,” tuturnya.

Loading...