Beranda News Budaya Pangkor, Pulau Puisi…

Pangkor, Pulau Puisi…

82
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

pasir bogak pantainya bersih
enggang singgah di pohon tinggi
tuan sayang saya pun kasih
jangan lupa berkunjung lagi


PANTUN itu dihafal oleh banyak warga Pulau Pangkor, Negeri Perak Darul Ridzuan, Malaysia. Pantun menjadi ikon untuk pelancong (wisatawan).

Pulau Pangkor merupakan objek wisata di Perak. Kawasan ini menjual pantai dan alamnya untuk menarik wisatawan. Sebagai destinasi wisata, pemerintah dan masyarakat memang membuka dan terbuka untuk wisatawan pelbagai negara maupun investor. Apalagi Menteri Besar Perak Zambry AK kelahiran Pulau Pangkor.

Festival Puisi dan Lagu Rakyat (Pulara) tahun ini adalah yang kelima. Acara yang ditaja pemerintah bekerja sama Yayasan Kampung Karyawan Malim ini diikuti oleh penyair dan musisi dari berbagai negara.

Pada Pulara 5 kali ini bahkan ditambah dengan pameran lukisan dan musik yang panggung dibuat di tengah jalan menuju Pantai Pasir Bogak.

Pada perhelatan itu, seratusan seniman dari berbagai negara dijemput untuk meriahkan Pulara. Dua hotel disiapkan  untuk menampung para seniman. Sementara Pulara digelar di Arena Pangkor tak jauh dari penginapan.

Selama ini  Pulara selalu digelar empat hari minggu kedua bulan Desember. Kecuali Pulara 1 dilangsungkan akhir Desember dan puncaknya pada malam Tahun Baru.

Penetapan minggu kedua Desember, menurut Malim Ghozali, untuk menghindari sulitnya transportasi penjemputan karena padatnya pelancong berlibur ke Malaysia atau negara tetangga lainnya.

Festival Pulara mendapat sambutan antusias wisatawan, terutama domistik, Cina, Thailand, dan negara Eropa. Pulara hampir sama dengan Ubud Writers and Readers Festival di Provinsi Bali. Kesamaan pada menjual wisata. Kalau perbedaannya, Pulara digelar di panggung terbuka dan gratis.

Jika saja Pulara dikerjakan dengan lebih baik lagi, misalnya panitia yang kualitas dan kredibel niscaya tak ada yang tertinggal atau saling mencari.

“Mestinya panitia menunjuk seorang untuk mengurus tamu undangan. Semacam liaison officer (LO), ia bertanggung jawab sehingga tak ada yang diam di kamar atah jalan saat seminar. Lalu petugas khhsus antar-jemput ke bandara maupun jetti,” kata Muhammed dari Serawak.

Terlepas dari kelemahan itu, seperti diharapkan Siti Zainon Ismail, dari pelaksanaan Pulara menjadikan Pangkor menjadi Pulau Puisi.

Tentu saja managemen pelaksanaan harus dirapikan dalam segala hal. Jangan hanya penampilan Arena Pangkor yang gemerlap, mewah, dan disiarkan langsung oleh TV3.*