Beranda News Nasional Panglima TNI Ditolak Datang ke Amerika Serikat, Kedubes AS Minta Maaf

Panglima TNI Ditolak Datang ke Amerika Serikat, Kedubes AS Minta Maaf

307
BERBAGI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

TERASLAMPUNG.COM — Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia meminta maaf kepada Indonesia terkait gagalnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat guna menghadiri Konferensi Antar Pemimpin Militer terkait Pemberantasan Ekstrimisme (Chiefs of ‎Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization/ VEOs), Minggu (22/10/2017).

Sayangnya, permintaan maaf yang diunggah di laman resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia, id.usembassy.gov, itu tidak disertai alasan penolakan kedatangan Jenderal Gatot ke Amerika Serikat. Di laman itu hanya disebutkan  “Jenderal Gatot tidak bisa berangkat seperti yang sudah direncanakan”.

Pada laman Kedubes AS itu disebutkan permintaan maaf sudah disampaikan AS melalui Duta Besarnya, Joseph Donovan, kepada Menteri Luar Negeri RI,Retno Marsudi atas ketidaknyamanan yang dialami Jenderal Gatot. Pihak Kedubes AS juga mengklaim sudah menjalin komunikasi dengan staf Jenderal Gatot terkait masalah tersebut.

“Kedutaan AS sudah menghubungi staf Jenderal (Gatot Nurmantyo) sehubungan dengan masalah ini sepanjang akhir pekan dan berupaya memfasilitasi perjalanannya,” tulis  Kedubes AS dalam pernyataan tersebut/

Kedubes AS mengklaim berkomitmen terus memfasilitasi keberangkatan Gatot setelah sempat ada informasi bahwa yang bersangkutan ditolak berangkat dengan maskapai penerbangan Emirates. Alasannya, Gatot beserta istri dilarang memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection.

Panglima TNI mendapat undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Dunford, Jr guna menghadiri acara yang disebutkan di atas pada tanggal 23-24 Oktober di Washington DC, Amerika Serikat. Namun, dari 78 panglima militer se-Asia Pasifik yang diundang, hanya Gatot yang mendapat larangan dari US Custom and Border Protection.

Penolakan seorang Panglima TNI oleh Amerika Serikat baru kali ini terjadi. Itulah sebabnya, kehebohan dengan aneka spekulasi yang mengirinya marak di media sosial di Indonesia.