Beranda News Nasional Panglima TNI : Hikmah Lebaran, Indonesia Negara Paling Aman

Panglima TNI : Hikmah Lebaran, Indonesia Negara Paling Aman

154
BERBAGI
Panglia TNI silaturahmi Idul Fitri dengan keluarga besar TNI.

TERASLAMPUNG.COM — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, salah satu hikmah dalam Idul Fitri 1437 H adalah Indonesia menjadi negara paling aman. Pernyataan Panglima TNI didasarkan pada situasi keamanan menjelang dan selama perayaan Idul Fitri di Indonesia yang relatif aman.

“Saya bersyukur hikmah Lebaran bahwa Indonesia adalah negara yang paling aman, bagaimana kita meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara, bagi prajurit bagaimana cara kita untuk lebih mendekatkan diri dengan rakyat”. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara halal bihalal di Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, (6/7/2016).

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kasum TNI, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI, Kapusbintal TNI dan anggota TNI-Polri  serta masyarakat sekitar melaksanakan Sholat  Idul Fitri 1437 H di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, dengan Khotib Dr. K.H. Anwar Sanusi.

Dalam khotbahnya Dr. K.H. Anwar Sanusi mengatakatan, Idul Fitri ini, kita mendengar bukan hanya gemuruh suara takbir yang membesarkan Allah, kita juga mendengar gemuruh perasaan, gemuruh suara kepedihan dan kegembiraan, gemuruh tangis dan tawa karena Ramadhan akan meninggalkan kita.

“Pesan moral Ramadhan adalah perhatian pada fuqoro, masakin dan musthadafien. Idul Fitri telah beberapa kali hadir dalam kejidipan kita, kali ini Id hadir dalam keadaan kita diliputi kecemasan dan keprihatinan, mendung kelabu mengiringi kehidupan kita. Saat ini banyak saudara-saudara kita yang meninggal dunia sia-sia, karena pertengkaran antar suku dan kelompok,” katanya.

shalat ied mabes tni
Shalat Idul Fitri 1437 H di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

K.H. Anwar Sanusi mengatakan tidak terhitung lagi anak-anak yang sel-sel otaknya rusak, matanya sayu, perutnya lapar, karena gizi yang rendah.

“Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara dan Pancasila sebagai payung-payung yang meneduhkan rupanya belum sungguh-sungguh kita amalkan. Padahal sebagai bangsa dan umat kita yakini bahwa mukadimah UUD dan Pancasila adalah pengejawantahan dari ajaran agama kita yang agung dan suci,” katanya.

Menurut K.H.Anwar Sanusi, jika terjadi nilai-nilai kebenaran terabaikan, anak-anak yatim dan fakir miskin tidak mendapatkan perhatian, masyarakat kecil termaginalkan dalam tafsir Ibn Abbas, maka Allah akan menurunkan tiga azab. Pertama, dari sesama. Perpecahan antargolongan, serang menyerang dalam keadaan tidak jelas apa yang dipersoalkan, saling membinasakan dan merajalelanya fitnah.

Kedua, dari bawah, berupa kerusuhan yang terus menerus, perampasan hak-hak yang tidak bertanggung jawab dan penjarahan yang tidak mengenal belas kasihan. Ketiga, dari atas, akan terjadi kekejaman dari para elite.

“Karenanya mulai hari ini, marilah kita arahkan kehidupan kita kepada Allah dengan cara mengamalkan segala perintah-Nya sambil terus menerus menebar cinta kasih terhadap sesama dan memperbaiki amal sholeh. Betapa banyak manusia yang celaka hidupnya bukan karena kekurangan harta. Bahkan dia berada pada posisi serba kecukupan,” katanya.