Beranda News Peristiwa Panik Virus Corona, Warga Borong Minyak hingga Susu di Swalayan

Panik Virus Corona, Warga Borong Minyak hingga Susu di Swalayan

825
BERBAGI
Sejumlah etalase produk seperti beras dan mie instan habis diborong warga di Hypermart Gajah Mada Plaza, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Lani Diana
Sejumlah etalase produk seperti beras dan mie instan habis diborong warga di Hypermart Gajah Mada Plaza, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020. TEMPO/Lani Diana

TERASLAMPUNG.COM —  Supermarket Tip Top di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dipadati pembeli yang panik setelah pemerintah mengumumkan ada dua WNI yang positif tertular virus corona. Malam ini, kepadatan terasa sejak Tempo mendekati lokasi. Mobil-mobil terlihat mengantre menjemput orang-orang yang kelar berbelanja.

Parkir mobil dan motor di sekitar lokasi tersebut pun tak kunjung kosong menjelang waktu tutupnya supermarket, yaitu pukul 21.30 WIB. Di dalam, hampir semua gerai kasir diwarnai antrean yang mengular. Padahal, hingga malam, setidaknya 27 kasir diberdayakan untuk melayani serbuan pembeli. Seorang pegawai supermarket yang tidak mau ditulis identitasnya mengatakan antrean panjang sudah terjadi sejak sore hari tadi.

Seorang pengunjung, Anggi, 28 tahun, mengaku meluncur ke supermarket untuk berbelanja pasokan kebutuhan pokok tambahan, menyusul pengumuman adanya warga negara Indonesia yang positif terjangkit Virus Corona. “Ya prepare saja karena pemerintah sudah mengumumkan adanya warga yang terjangkit Corona,” ujar perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai kantor swasta itu.

Ia mengaku langsung merapat ke supermarket sepulang kerja, sekitar pukul 19.00 WIB. Kunjungan kali ini, menurutnya, adalah kunjungan tambahan setelah dia sebelumnya memborong pasokan untuk kebutuhan bulanan beberapa hari lalu.

Anggi memang cukup mengikuti perkembangan penyebaran penyakit pernafasan itu. Karena itu, selain mengincar sejumlah kebutuhan pokok seperti miyak, makanan ringan, hingga susu, ia pun mengincar untuk menyetok cairan antiseptik.

“Tadi saya cari hand sanitizer, tapi sudah tidak ada, jadi saya cari bodywash saja,” kata Anggi yang sepanjang berbelanja telah mengenakan masker berwarna hijau di wajahnya. Sepanjang pemantauan dia, tak hanya cairan antiseptik yang menjadi bidikan pembeli, melainkan juga susu steril dalam kaleng.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa sudah ada kasus positif virus Corona di Indonesia. Jokowi menyebut dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang ini tertular dari warga negara Jepang yang positif Corona, kemudian bertandang ke Indonesia beberapa waktu lalu. Saat ini, dua orang tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kendati sudah ada kasus Corona di Indonesia, kata Jokowi, pemerintah sudah sangat siap menghadapinya. “Pemerintah dari awal sudah siap. Kami punya rumah sakit, peralatan, dan SOP yang standarnya sama dengan standar internasional yang ada,” ujar Jokowi.

Loading...