Panitia Lokal SBMPTN Antisipasi Kecurangan

Bagikan/Suka/Tweet:

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com –  Pelaksanaan Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) termasuk di Universitas Lampung (Unila) tak luput dari kemungkinan terjadinya kecurangan.

“Untuk itu panitia lokal (panlok) 27 Unila meminta 1.537 pengawas SBMPTN agar mengantisipasi segala hal yang dapat menciderai pelaksanaan SBMPTN tersebut,” kata Ketua Panitia Lokal 27 Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., saat memberikan pengarahan pengawas SBMPTN di Gedung Serba Guna Unila, Jumat (13/6) siang.

Pengarahan diberikan kepada 821 pengawas internal yang terdiri dari dosen serta karyawan Unila, maupun 716 pengawas eksternal yang terdiri dari kalangan guru dan dosen di sekolah juga perguruan tinggi yang digunakan sebagai lokasi tes.

Pembantu Rektor I Unila ini juga mengingatkan agar para pengawas waspada pada berbagai bentuk pelanggaran baik yang bersifat teknis maupun nonteknis. Terlebih dengan jumlah peserta ujian tulis yang tahun ini mencapai 19.212 siswa SMA sederajat untuk tahun kelulusan 2012-2014. Adapun 1.537 pengawas tersebut akan dibagi secara acak dengan rincian 433 orang untuk siswa saintek, 706 orang untuk soshum, dan 398 orang untuk campuran.

“Tahun lalu ada 96 ribu pendaftar dan Unila menerima 1.500 orang. Dari jumlah itu sebanyak 30 persen siswa tidak masuk karena berbagai kategori. 15 persen di antara calon mahasiswa gagal diterima karena salah mengisi data diri. Sisanya karena berbagai bentuk indikasi sampai fakta terhadap aksi kecurangan,” paparnya.

Dengan semakin kompetitifnya proses penyeleksian tiap siswa untuk mendapat satu kursi di Unila maka kemungkinan munculnya beragam bentuk kecurangan baik manual maupun menggunakan kecanggihan alat teknologi komunikasi. Oleh karena itu para pengawas diminta bekerja secara profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. (Dewira/unila.ac.id)