Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pansus DPRD Lampura Yakin Rampungkan Sejumlah Raperda

Pansus DPRD Lampura Yakin Rampungkan Sejumlah Raperda

295
BERBAGI
Suasana paripurna DPRD Lampung Utara yang dihujani interupsi, Selasa (20/2/2018),

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Empat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lampung Utara yang bertugas merancang empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) meyakini pembahasan empat Raperda akan segera rampung dalam waktu dekat.

Sebelumnya, DPRD Lampura membentuk empat pansus. Yaitu Pansus Raperda Penyelenggaraan Penanganan Fakir Miskin dan Anak Terlantar, Pansus Raperda Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen, Pansus Raperda Pedoman Pemberian Nama dan Sarana Umum, dan Pansus Raperda Tentang Perubahan Atas Perda 07/2015 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

“Pembahasan empat raperda akan segera rampung sehingga dapat diparipurnakan,” terang Wakil Ketua II DPRD sekaligus koordinator Pansus Raperda Pemberian Nama dan sarana Umum, Herwan Mega kepada wartawan, Selasa (18/12/2018).

Keyakinan ini didasari oleh banyaknya masukan penting yang didapat oleh seluruh Pansus usai melakukan kunjungan ‎kerja ke sejumlah tempat selama tiga hari.

Pansus yang dimotori oleh Herwan Mega tersebut melakukan kunjungan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPRD Kabupaten Bogor.

“Banyak masukan penting yang kami peroleh dan pelajari dalam kunjungan selama tiga hari tersebut,” kata dia yang saat dikonfirmasi dalam perjalanan pulang menuju Lampung Utara.

Herwan terkesan tidak mau menjelaskan secara rinci jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk perjalanan keempat Pansus tersebut. Alasannya anggota Pansus hanya menerima dana yang diberikan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sekretariat DPRD.

Menurutnyai, jumlah anggaran yang diterima berbeda antara koordinator dengan anggota dan juga jumlahnya juga tergantung posisi daerah yang akan dituju.

“Saya sebagai koordinator menerima dana tidak sampai Rp9 juta. Pastinya anggota lebih kecil dari itu,” katanya.

Jumlah anggaran yang mereka terima itu, menurut Herwan, ‎digunakan untuk membayar hotel, biaya transportasi (pesawat dan taksi), dan akomodasi lainnya.

“Besaran dana yang diterima berbeda tergantung daerah mana yang dikunjungi,” kata dia.

Loading...