Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pansus DPRD: Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak Lampura Siap Disahkan

Pansus DPRD: Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak Lampura Siap Disahkan

256
BERBAGI
Suasana rapat pembahasan Pansus Raperda DPRD Lampung Utara tentang tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan, Selasa (9/5/2017).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) DPRD Lampung Utara tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan akhirnya berkesimpulan Raperda ini layak untuk disahkan. Keputusan ini didapat setelah mereka kembali menggelar rapat pembahasan dengan berbagai instansi terkait, Selasa siang (9/5/2017).

“Rapat pembahasan terakhir ini, akhirnya, Pansus sepakat untuk membawa Raperda ini ke sidang paripurna untuk dapat disahkan menjadi Perda,” terang Ketua Pansus, Sandy Juwita, usai rapat.

Sandy mengatakan, Raperda yang telah disepakati ini semata – mata bertujuan untuk melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan yang sekarang ini marak terjadi. Menurut Umi, sapaan akrabnya, ‎dengan adanya Raperda (Perda) ini, potensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kejadian seksual anak di bawah umur dapat diminimalkan.

Kendati demikian, Raperda ini tetap mengedepankan langkah pencegahan sebelum masuk ke dalam ranah hukum. ‎Namun, persoalan ini khusus untuk kasus KDRT. Jika memang langkah pendekatan ini masih tetap tak menemukan solusi maka tak menutup kemungkinan persoalan ini diteruskan ke ranah hukum.

“Semoga Raperda ini akan cukup berguna bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara mengenai masukan mengenai pernikahan adat dalam adat istiadat Lampung, ‎Sandy mengatakan, hal itu tak masuk dalam Raperda. Karena sama sekali tak berhubungan atau berkaitan langsung dengan Raperda yang membahas tentang KDRT dan anak.

“Kalau (pernikahan) adat tetap tak bisa diubah – ubah. Karena itu adalah adat – istiadat yang menjadi bagian dari kearifan lokal,” urai politisi Partai Gerindra ini.

Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lampung Utara, Maya Natalia Manan, berharap Raperda yang akan disahkan menjadi Perda ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya untuk melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Namun, yang paling penting, setiap orang tua mengetahui jika anak memiliki hak untuk tidak mendapat kekerasan.

“Raperda ini bagian dari tindak pencegahan terjadinya tindak kekerasan. Selain itu, kami akan segera membentuk Satuan Tugas Perlindungan Anak dan Perempuan di setia kecamatan yang ada,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan tersebut.

Loading...