Para Anggota Dewan Keluhkan tak Ada Dana Reses

  • Bagikan

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Anggota DPRD Bandarlampung mengeluhkan tidak adanya anggaran reses yang diberikan oleh Sekretariat DPRD setempat pada tahun 2014.

Anggota Komisi III DPRD Bandarlampung Wahyu Lesmono menilai tidak dibiayainya anggota dewan dalam reses adalah hal yang tidak efektif. Sebab, kata dia, anggaran tersebut memang dipakai buat pembiayaan dan konsituen di Dapil masing-masing.

“Kalau tidak ada anggaran, kami hanya menyerap aspirasi dari kantor kecamatan saja, hal ini tentunya tidak efektif,”ujar Wahyu, Kamis (17/12).

Dirinya menambahkan, dengan adanya anggaran reses, tentunya banyak aspirasi yang tertampung, karena anggota dewan akan mengunjungi rumah-rumah konsituen.

“Ada kelebihan tersendiri apabila kami menyerap aspirasi dari rumah ke rumah, namun kami merasa terbenani, karena tidak adanya anggaran tersebut,”ungkap Legislator dari partai PAN tersebut.
Wahyu mencontohkan, Anggota Dewan di Kabupaten Lombok Barat saja, untuk tunjangan anggaran reses yakni Rp 20 juta per anggota.

“Bisa dilihat saja dari situ, kalau di DPRD Bandarlampung tidak ada sama sekali,” kata anggota Dewan dari Dapil Teluk Betung Timur, Barat dan Selatan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Muclas E Bastari yang menyatakan memang kurang efektif apabila reses DPRD tidak ada pembiayaan dari sekretariat.

“Walaupun penyerapan aspirasi mudah, namun pembiayaan reses bisa dipakai buat membantu masayarakat yang kesusahan di Dapil setempat,”kata Muklas.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kedepannya, kunjungan reses anggota dewan khusunya Bandarlampung ke dapilnya masing-masing, perlu ada publikasi dari sekretariat dewan.

“Biar masyarakat tau kalau kita ini mengunjungi dapil, walaupun kunjungan tersebut memang sering kita lakukan setiap saat kedapil kami,”kata legislator partai PKS ini.

Sementara itu, Ketua DPRD yang juga Ketua Banang Wiyadi menyatakan memang tahun ini tidak ada anggaran untuk reses.

“Tahun ini memang kita tidak ada anggaran reses, karena kami hanya meneruskan anggaran yang sudah di plot pada tahun lalu,”kata Wiyadi.
Menurutnya, kemungkinan untuk ditahun depan, anggaran reses diberlakukan di DPRD, mengingat hal ini juga tercantum dalam Undang-Undang yang berlaku.

“Kalau untuk tahun depan, kami usahakan ada anggaran reses untuk anggota Dewan,” tandasnya.

Riski

  • Bagikan
You cannot copy content of this page