Beranda Views Jejak Para Arkeolog Minta Kabupaten Pantai Timur Menjaga Situs Proto-Sriwijaya

Para Arkeolog Minta Kabupaten Pantai Timur Menjaga Situs Proto-Sriwijaya

199
BERBAGI

Che T. Wijaya/Teraslampung.com

Nurhadi Rangkuti

Palembang – Kecemasan terhadap pembentukan Kabupaten Pantai Timur, pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, juga disampaikan para arkeolog. Mereka cemas jika pembangunan di kabupaten tersebut akan merusak situs arkeologi maritim. Mereka pun berharap adanya mendeliniasi kawasan situs untuk dilindungi.

“Terus-terang kita juga cemas jika kabupaten tersebut terbentuk dan tidak ada komitmen buat menjaga situs arkeologi di wilayah tersebut,” kata Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti, kepada pers di Palembang, Minggu (04/05/2014).

Oleh karena itu, lanjut Rangkuti, pihaknya sangat berharap pemerintah Sumatra Selatan maupun Kabupaten OKI, sebagai pendamping proses pembentukan Kabupaten Pantai Timur, menyusun satu program mengenai perlindungan terhadap situs arkeologi maupun cagar budaya lainnya.

“Kita siap memberikan data mengenai situs terkait proto-Sriwijaya maupun Kerajaan Sriwijaya di wilayah Pantai Timur, yang berdasarkan survei dan penggalian kita,” kata Nurhadi.

Kecemasan Nurhadi, sama seperti kecemasan para penggiat lingkungan hidup di Sumatra Selatan, yakni pembangunan yang akan berjalan di Kabupaten Pantai Timur tanpa memperhatikan atau mempertimbangkan analisis dampak lingkungan. Baik terkait hutan, rawa gambut, maupun situs arkeologi.

“Misalnya pembukaan lahan buat perkantoran, jalan, maupun perkebunan,” katanya.

“Sama seperti rawa gambut di Pantai Timur merupakan aset dunia, situs arkeologis terkait Kerajaan Sriwijaya, baik sebelum maupun pada masanya, merupakan aset dunia. Sebab Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar di Asia, khususnya di Asia Tenggara. Yang mana kerajaan ini turut membentuk peradaban masyarakat di Asia Tenggara saat ini,” ujarnya.

Salah satu situs itu yakni Situs Air Sugihan yang terletak di Kecamatan Air Sugihan.Situs ini sudah diteliti sejak tahun 1990-an. Ditemukan banyak manik-manik, keramik, dan benda lainnya, yang menjelaskan pada proto-Sriwijaya sudah ada masyarakat di Pantai Timur yang terlibat dalam perdagangan internasional. Situs dapat dikatakan sebagai wilayah transit bagi kapal-kapal yang hendak berlayar menuju dan dari Asia Barat maupun menuju dan dari Tiongkok.

“Kita bukan menolak adanya kabupaten tersebut, tapi kita berharap ada jaminan perlindungan terhadap situs-situs tersebut, dan dukungan terhadap berbagai survei dan penggalian yang akan dilakukan Balai Arkeologi Palembang,” ujarnya.

Loading...